Penularan HIV/AIDS di Depok sulit Dikendalikan
Tanggal: Monday, 11 July 2011
Topik: HIV/AIDS


Media Indonesia, 11 Juli 2011

DEPOK: Penularan virus HIV/AIDS yang banyak terdapat di Kota Depok, Jawa Brat, sulit dikendalikan karena minusnya koordinasi aparat.

"Memerangi angka penyebaran kasus HIV/AIDS di Kota Depok memerlukan koordinasi aparat. Tidak melulu tanggung jawab bidang kesehatan. Dinas Kesehatan tugasnya hanya penyelenggaraan pelayanan umum di bidang kesehatan," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok, Hardiono, di Depok, Minggu (10/7).

Kewajiban dan fungsi dinas kesehatan hanya melaksanakan tugas pembantuan dibidang kesehatan.

Memutus rantai penuluaran HIV/AIDS tidak bisa sendirian. Pembinaan, pengkordinasian,pengendalian, pengawasan, harus melibatkan berbagai pihak terkait

"Mata rantai penularan HIV/AIDS di Depok bisa diputus jika ada koordinasi baik dinas kesehatan, dinas pendidikan, dinas tenaga kerja dan sosial, polisi pamong praja, Kepolisian, dan Badan Narkotika Kota Depok, “ paparnya.

Sebelumnya, Wakil Wali Kota Depok Idris Abdul Shomad mengaku jumlah warga Kota Depok yang terinfeksi penyakit HIV/AIDS sampai sekarang ini tercatat 138 penderita yang tersebar di Kecamatan Pancoran Mas, Sukma Jaya, Tapos, Sawangan. Belasan orang dari jumlah itu meninggal.

Hardiono mengatakan meningkatnya penderita HIV/AIDS dikarenakan semaikin banyaknya tempat hiburan malam atau karaoke plus-plus, panti pijat, penyalahgunaan narkoba, dan tempat prostitusi.

Karena itu, Hardiono mendesak dinas tenaga kerja dan Sosial beserta polisi pamong praja agar segera menggencarkan penertiban-penertiban.

"Kalau hal itu tidak dilakukan segera angka penularan HIV/IDS di Kota Depok akan terus subur," kata Hardiono.

Kasus meninggalnya satu keluarga di Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok yang terjadi baru-baru ini, sambung Hardiono, tak lain dikarenakan penularan dari jarum suntik narkoba dan pesikotropika.

"Dari si suami yang pecandu narkoba lalu menular sama isteri dan ke anak. Penularan penyakit HIV/AIDS juga pakai proses, tidak sekarang narkoba dikonsumsi, sekarang pula dirasakan akibatnya, melainkan beberapa tahun kemudian," ungkap Hardiono

Suami pencandu narkoba yang meninggal di Pancoran Mas, Kota Depok sebenarnya sudah sejak lama terinfeksi HIV/AIDS.

Namun, kasus yang dideritanya baru sekarang terkuak. (KG/OL-10)

Sumber: www.mediaindonesia.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=4365