Para Pelajar Akan Dialog di Kapal Perang
Tanggal: Monday, 11 July 2011
Topik: Narkoba


KOMPAS.com, 11 Juli 2011

SURABAYA — Para pelajar dari Jawa, Bali, dan Lampung yang mengikuti kegiatan Duta Seni Pelajar akan melakukan dialog mengenai generasi muda di atas kapal perang TNI Angkatan Laut, KRI Surabaya, yang berada di Selat Madura. Seksi Publikasi Duta Seni Pelajar Henri Nurcahyo mengatakan, Provinsi Jawa Timur menjadi tuan rumah kegiatan yang akan digelar pada 12-14 Juli 2011.

"Kegiatan lain yang akan diikuti para pelajar itu adalah outbound serta kunjungan ke Museum Angkatan Laut dan ke Jembatan Suramadu," kata Henri.

Acara tahunan ini digelar di ibu kota provinsi di Jawa dan Bali sejak tahun 2000 dan saat ini sudah memasuki tahun ke-12. "Provinsi Lampung merupakan pendatang baru dalam kegiatan yang semula bernama Duta Seni Jawa-Bali. Beragam sajian kesenian bakal dihadirkan kontingen dari delapan provinsi ini," katanya.

Dalam kegiatan bertema "Bangun Jati Dirimu Lewat Prestasi dan Seni" itu dijadwalkan dibuka Gubernur Jawa Timur Soekarwo pada Selasa (12/7/2011) pukul 14.00.

Menurut Henri, Duta Seni Pelajar lahir berdasarkan kesepakatan bersama antara enam provinsi se-Jawa dan Bali melalui forum konsultasi regional pembangunan (koregbang) yang digagas oleh Bappeda se-Jawa dan Bali.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Dr Harun MSi, MM menjelaskan, tujuan kegiatan ini adalah untuk mewadahi serta menyalurkan bakat dan kreativitas seni budaya di kalangan pelajar.

"Selain itu, juga dapat menumbuhkan apresiasi terhadap seni budaya serta memerangi kebiasaan-kebiasaan negatif, seperti penyalahgunaan narkoba, tawuran, dan penyebarluasan HIV/AIDS," katanya.

Kegiatan ini, katanya, juga dijadikan sebagai forum bertukar informasi, berbagi rasa, berbagi pengetahuan, serta berbagi pengalaman keunikan seni dan budaya dari masing-masing provinsi peserta, yang diharapkan akan lebih mempererat tali persaudaraan di antara mereka. Beragam sajian disuguhkan masing-masing kontingen. Lampung menampilkan tari bendana, yaitu tari tradisional yang biasa dipertunjukkan dalam acara-acara adat sebagai ungkapan rasa gembira.

Provinsi Banten menghadirkan fragmen tari saba budaya yang merupakan perpaduan gerak tari rakyat, rudat, panghitung, dan esensi kehidupan heterogen masyarakat Banten, khususnya di masyarakat pedalaman.

"Sementara itu, sendratari Mirah, Singa Betina dari Marunda disajikan oleh kontingen dari DKI Jakarta," kata Henri.

Sebuah pertunjukan unik bernama Wayang Ringkang akan dilakonkan oleh kontingen Provinsi Jawa Barat dengan lakon Alengka Runtag. Provinsi Jawa Tengah menampilkan tarian berjudul lengganis, sedangkan Provinsi DIY hadir dengan karya tari sinjang kaserat. Sementara itu, tuan rumah Jawa Timur dengan karya Kelana Titah dan Bali menampilkan Srikandi Semarapura.

Sumber: edukasi.kompas.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=4368