Ribuan PSK di Cirebon Rentan Tularkan HIV-AIDS
Tanggal: Friday, 15 July 2011
Topik: HIV/AIDS


Pikiran Rakyat Online, 13 Juli 2011

Keberadaan pekerja seks komersial (PSK) di wilayah Kabupaten Cirebon yang saat ini diperkirakan mencapai 3.000 orang dinilai sangat rentan untuk turut menularkan virus HIV-AIDS di wilayah setempat.

"Praktik seks bebas seperti prostitusi tanpa pengaman sangat rentan bagi penyebaran HIV-AIDS. Mobilitas mereka sangat tinggi dan bisa berhubungan kelamin dengan siapa saja," kata Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Cirebon, H. Deni Agustin di sela-sela acara temu media yang bertema "Peningkatan Peran Media, mencari isu AIDS yang layak liput" di aula Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon di Sumber, Rabu (13/7).

Diakui Deni, Cirebon yang termasuk daerah pantura tidak luput dari keberadaan PSK. Bahkan, yang mengejutkan, lelaki hidung belang yang memanfaatkan jasa PSK tersebut sekitar 14.000 di antaranya merupakan penduduk Kabupaten Cirebon.

Deni menyebutkan, hampir setiap kecamatan di Kabupaten Cirebon rata-rata melaporkan adanya kasus HIV-AIDS, dari jumlah akumulatif kasus HIV positif sampai dengan tahun 2010 yang mencapai 531 kasus, Kedawung merupakan keamatan paling tinggi jumlahnya.

Disebutkan, penularan HIV AIDS di Kabupaten Cirebon sebanyak 69 % melalui hubungan seks, sisanya melalui penyalahgunaan napza suntik dan lainnya. Sebanyak 51 % penularan terjadi pada orang yang sudah menikah, di samping itu 50% kasus HIV-AIDS terdapat pada usia 21 hingga. 30 tahun.

Sementara itu, Ketua LSM Infokespro Jakarta, Syaiful W Harahap menyayangkan, di Indonesia penanganan ekses yang ditimbulkan praktik prostitusi yang ditindak adalah PSK-nya, bukan germonya.

Di sisi lain dia mengungkapkan, kasus kumulatif HIV-AIDS di Jawa Barat sampai dengan tahun 2010 mencapai 5.680. Jabar termasuk peringkat ke-7 dari 15 provinsi di Indonesia yang melaporkan kasus HIV-AIDS.

Deni Agustin berharap, para jurnalis bisa membantu menyosialisasikan bahaya HIV-AIDS. Melakukan upaya pencegahan dan penanggulangan. Pencegahan bisa dibantu dengan sosialisasi memberikan penerangan kepada masyarakat mlalui media masing-masing. "Mudah-mudahan media akan peduli dan tertarik untuk meliput persoalan HIV-AIDS," katanya. (A-146/das)***





[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=4377