Cahyaning Majapahit Awali Duta Seni Pelajar 2011
Tanggal: Friday, 15 July 2011
Topik: Narkoba


suarasurabaya.net, 13 Juli 2011

Sebuah drama tari bertajuk Cahyaning Majapahit membuka Duta Seni Pelajar Jawa-Bali-Lampung yang tahun ini diadakan di Shangri-La Hotel Surabaya, Rabu (13/7/2011). Drama tari tersebut menggambarkan masa keemasa Majapahit di bawah pemerintahan Tribuana Tungga Dewi dengan Maha Patih Gadjah Mada yang berhasil menyatukan nusantara.

Dengan cahaya panggung yang sangat apik, drama tari dibawakan kurang lebih puluhan siswa dari SMKN 9 Jombang, Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta Surabaya, SMAN 3 Jombang, SDN Kepatihan Banyuwangi, SMPN Sukapura 1 Kabupaten Probolinggi, SMAN Ponorogo, SMAK Kota Blitar dan SMKN IX Surabaya.

Pembukaan dihadiri oleh Saifullah Yusuf Wakil Gubernur Jawa Timur. Tahun ini, Provinsi Jawa Timur menjadi tuan rumah bagi Duta Seni Pelajar Jawa – Bali – Lampung yang berlangsung 13-15 Juli 2011. Sebanyak 432 peserta dari 8 provinsi akan menyajikan beragam kesenian.

Apresiasi luar biasa diberikan Saifullah Yusuf Wakil Gubernur Jatim untuk acara ini. Menurutnya, kesenian merupakan warisan nenek moyang yang ahrus tetap dijaga dan dikembangkan. Sebab, generasi sehat berpegang teguh pada nilai-nilai budaya.

“Luar biasa. Gubernur lewat Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jatim mendukung acara ini, karena ada manfaatnya untuk generasi muda,” kata pria yang akrab disapa Gus Ipul ini, Rabu (13/7/2011).

Ia menambahkan kegiatan Duta Seni Pelajar ini bisa mengisi kekosongan yang mungkin terjadi pada para pelajar. Dengan demikian, kenakalan remaja bisa ditanggulangi. Ajang semacam ini memunculkan sisi kreatifitas pelajar sehingga mereka tidak terjerumus ke dalam penggunaan narkoba yang kini menjadi keprihatinan bangsa.

Sementara Harun Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jatim menjelaskan tujuan Duta Seni Pelajar untuk mewadahi dan menyalurkan bakat, kreativitas seni budaya agar dapat menumbuhkan apresiasi terhadap seni budaya serta memerangi kebiasaan-kebiasaan negatif seperti penyalahgunaan narkoba, tawuran, penyebarluasan HIV / AIDS, dan lain-lain.

“Kegiatan ini juga dijadikan sebagai forum bertukar informasi, berbagi rasa, berbagi pengetahuan dan berbagi pengalaman keunikan seni dan budaya dari masing-masing Provinsi peserta yang diharapkan akan lebih mempererat tali persaudaraan diantara mereka,” terangnya.

Duta Seni Pelajar lahir berdasarkan kesepakatan bersama dengan 6 (enam) provinsi se-Jawa Bali melalui forum Konsultasi Regional Pembangunan (Konregbang ) yang digagas oleh Bappeda se-Jawa Bali.

Kegiatan ini semula diikuti oleh 6 (enam) Provinsi se- Jawa Bali yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur dan Bali dilaksanakan secara rutin setiap tahun. Provinsi Banten yang terpisah dari Provinsi Jawa Barat mulai bergabung pada 2000. Dan mulai 2011, Provinsi Lampung juga menjadi peserta Duta Seni. Pelaksanaan Duta Seni Pelajar telah berlangsung selama 10 tahun yang tempat pelaksanaannya bergantian.

Beragam sajian yang disuguhkan masing-masing kontingen adalah Provinsi Lampung menampilkan “Tari Bendana” yaitu tari tradisional lampung yang biasa dipertunjukkan dalam acara-acara adat sebagai ungkapan rasa gembira. Provinsi Banten menghadirkan fragmen tari “Saba Budaya”, yaitu perpaduan gerak tari rakyat, Rudat, Panghitung dan esensi kehidupan heterogen masyarakat Banten yaitu masyarakat pedalaman. Sedangkan sendratari “Mirah, Singa Betina dari Marunda” disajikan oleh kontingen dari DKI Jakarta.

Sebuah pertunjukan unik bernama Wayang Ringkang dipertunjukan oleh kontingen Provinsi Jawa Barat dengan lakon “Alengka Runtag”. Provinsi Jawa Tengah menampilkan tarian berjudul “Lengganis”, sedangkan Provinsi DIY hadir dengan karya tari “Sinjang Kaserat”, tuan rumah Jawa Timur dengan karya “Kelana Titah”, Bali menampilkan “Srikandi Semarapura”.(git)





[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=4383