5 Tahun, 12 Warga Bengkalis 'Dibunuh' AIDS
Tanggal: Friday, 15 July 2011
Topik: Narkoba


Riauterkini, 14 Juli 2011

BENGKALIS – Data sejak tahun 2006 silam menunjukkan bahwa manusia penderita dengan HIV/AIDS yang hidup sekitar 39,4 juta orang. Dari angka tersebut, penderita yang berusia di bawah 15 tahun berjumlah 2,3 juta orang. Tercatat warga Bengkalis di Kabupaten Bengkalis, sejak tahun 2006 hingga bulan Juni 2011, ditemukan jumlah penderita penyakit mematikan itu sebanyak 80 kasus. Dimana 12 kasus diantaranya telah meninggal dunia.

“Penularan HIV/AIDS di Indonesia meningkat tajam. Untuk Kabupaten Bengkalis sendiri, hingga bulan Juni 2011 jumlah penderita HIV/AIDS sebanyak 80 kasus, dimana 12 kasus sudah meninggal dunia. Jika dilihat dari segi usia, ternyata sebagian besar adalah usia produktif,” ungkap Wakil Bupati Bengkalis, Suayatno disela-sela membuka secara resmi kegiatan pelatihan motivasi bagi remaja peduli AIDS di Gedung Cik Puan Bengkalis, Kamis (14/7/11).

Estimasi kasus HIV/AIDS tahun 2002 sekitar 90 ribu jiwa sampai 130 ribu jiwa, sedangkan estimasi ulang tahun 2006 meningkat hampir dua kali lipat yakni 193 ribu jiwa sampai 210 ribu jiwa berstatus penderita.

Melihat kondisi yang mengerikan ini, menurut Wabup Suayatno, keluarga menjadi pihak yang harus memberikan pemahaman dan pola asuh yang baik kepada generasi, terutama yang berusia remaja. Keluarga harus bertekad melawan dan memerangi narkoba serta HIV/AIDS dengan meningkatkan pengasuhan dan perlindungan kepada anak agar mereka menjadi generasi yang kreatif, cerdas, dan berprestasi.

Sebagai upaya untuk generasi muda memahami bahaya penyakit ini, Komisi Penanggulangan HIV dan AIDS Kabupaten Bengkalis bekerjasama dengan Tim Penggerak PKK Kabupaten Bengkalis mengadakan pelatihan motivasi bagi remaja peduli AIDS di Gedung Cik Puan.

Pelatihan ini diikuti 150 peserta yang berasal dari 30 sekolah (SMP/MTS, SMA/MAN, dan Pesantren) se-Kecamatan Bengkalis dan Bantan. Para pelajar ini dianggap sebagai agen perubahan (agent of change) yang diharapkan dapat mentransfer ilmu serta membentuk kelompok-kelompok sebaya di sekolahnya. Dapat merubah pola pikir dan meningkatkan pemahaman serta dapat memberikan daya ungkit yang nyata terhadap penurunan HIV/AIDS terutama pada kelompok usia produktif.***(dik)





[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=4385