Bahas Ranperda HIV/AIDS, Pemko Medan Dituding Tidak Serius
Tanggal: Friday, 15 July 2011
Topik: HIV/AIDS


Berita Sore, 14 Juli 2011

MEDAN: Pemerintah Kota (Pemko) Medan dinilai kurang merespon pengajuan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Kota Medan tentang Pencegahan dan Penanggulangan HIV/AIDS, serta Ranperda tentang Pelestarian Bangunan Dan/Atau Cagar Budaya, yang merupakan usulan atau inisatif DPRD Kota Medan.

Pasalnya saat digelar rapat paripurna DPRD Medan, Rabu (13/7) di Gedung Dewan, dengan agenda penyampaian pendapat Walikota Medan terhadap Ranperda tersebut, hanya dihadiri beberapa pejabat teras di Pemko Medan. Bahkan sebagian besar Camat pun ikut-ikutan absen.

Rapat diwakili Wakil Walikota Medan Dzulmi Eldin, dihadiri beberapa Kepala Dinas diantaranya Kadis Kesehatan Edwin, Kadis Kependudukan dan Catatan Sipil Darussalam Pohan dan Kadis Pariwisata Busyral Manan.

Kondisi ini jauh berbeda saat rapat paripurna pembahasan Ranperda lain, seperti Ranperda Pajak Daerah, yang justru dihadiri segenap pejabat tinggi Pemko Medan termasuk para Camat.

Wakil Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Medan Hasyim kepada wartawan menyesalkan ketidakhadiran sejumlah pejabat dan pimpinan SKPD di jajaran Pemko Medan pada Ranperda itu. Padahal, rapat paripurna tersebut bersinggungan langsung dengan kepentingan warga Medan. “Seharusnya pimpinan SKPD wajib hadir termasuk seluruh camat, tapi kenyataannya tidak. Ini menjadi catatan bagi Walikota Medan,” katanya.

Dalam rapat paripurna tersebut, Wakil walikota Medan Dzulmi Eldin mengatakan Pemko Medan sependapat terhadap usulan kedua Ranperda dimaksud. “Pemko dapat memahami dan menerima seerta sependapat atas azas yang terkandung didalam kedua ranperda tersebut,” katanya.

Hal ini dimaksud mengingat tingginya wabah HIV/AIDS di Kota Medan dibuktikan dengan jumlah kasus terus meningkat dan wilayah penularannya semakin meluas.

Sedangkan untuk Ranperda cagar budaya, dikatakan bahwa bangunan dan lingkungan cagar budaya adalah merupakan kekayaan yang memiliki nilai kesejarahan dan ilmu pengetahuan yang memberikan ciri dan identitas peradaban, tentunya perlu dilindungi dan dilestarikan.(zili)





[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=4386