Napi Lapas ’’Tumbang’’ Digerogoti AIDS
Tanggal: Friday, 15 July 2011
Topik: Narkoba


Radar Jogja, 14 Juli 2011

MADIUN – Mes, 32, narapidana Lapas Kelas I Madiun, asal Jalan Banyuurip Lor, Surabaya, ’’tumbang’’ digerogoti HIV/AIDS. Mulai Selasa (12/7) pagi, dia tergolek lemah di ruang inap Wijaya Kusuma B, RSUD dr Soedono, Madiun. Pria yang tersangkut kasus narkoba itu dirawat karena menderita HIV/AIDS. ’’Beberapa minggu terakhir, kondisinya memang kurang stabil. Karena itu, langsung kami rujuk ke RSUD dr Soedono untuk perawatan lanjutan,’’ terang Maman Herwaman, Kabid Pembinaan Lapas Kelas I Madiun, kemarin (13/7).

Kondisi Mes mulai menurun sejak sebulan lalu. Sepekan terakhir, Mes yang divonis lima tahun penjara karena melanggar pasal 114 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika tersebut mengalami diare hebat. Puncaknya Senin (11/7) malam. Saat itu, dia ditangani dokter lapas yang berjaga. ’’Baru pagi harinya kami kirim ke rumah sakit,’’ tambah Maman.

Mes yang menjadi terpidana perkara sabu-sabu tersebut dipindah dari Rutan Medaeng ke Lapas Kelas I Madiun pada 16 Maret 2011. Sejak di Medaeng, dia sudah divonis menderita HIV. Saat masuk ke Lapas Kelas I Madiun, VCT (voluntary counseling test) pun kembali dilakukan. Hasilnya, Mes positif HIV. Agar penyakitnya tidak bertambah parah, sepuluh hari kemudian Mes dirawat di poliklinik lapas. ’’Seperti penderita lain, Mes juga rajin mengonsumsi ARV (anti retro viral) seperti yang dianjurkan dokter,’’ katanya.

Entah karena apa, tiba-tiba kondisi Mes drop sehingga harus dirawat di RSUD dr Soedono. Berdasar pantauan wartawan di rumah sakit, Mes terlihat lemah. Meski tubuhnya ditutup selimut, warna kulit di bagian lengan dan muka yang masih terlihat tampak menghitam. Kondisi itu merupakan salah satu efek imun atau kekebalan tubuh pasien yang terserang virus. ’’Sudah muncul penyakit sekunder, kondisinya jelek,’’ ujar dr Eddy Prijambodo SpPD, dokter spesialis penyakit dalam yang menangani Mes.

Saat pertama dirawat Selasa pagi, kondisi Mes lemah. Hal itu disebabkan serangan diare akut. Mes juga menderita batuk. Setelah diperiksa, ternyata HIV yang menggerogoti tubuh Mes sudah menyerang paru-paru dan menimbulkan penyakit sekunder. Yakni, TB atau tuberculosis paru. ’’Semua organ vitalnya sudah kena,’’ tambah Eddy. Meski dirawat, Mes yang masa hukumannya habis pada 2015 tersebut tetap tidak bisa bebas. Lapas menyertakan dua petugas untuk mengawasi selama di rumah sakit. (rgl/jpnn/c14/end)





[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=4391