Ada Kantong Darah Terinfeksi Hepatitis di PMI
Tanggal: Friday, 15 July 2011
Topik: Narkoba


SURYA Online, 14 Juli 2011

MADIUN
- Kantor Unit Transfusi Darah (UTD) Palang Merah Indonesia (PMI) cabang Kota Madiun rata-rata menemukan delapan kantong darah pendonor yang reaktif atau terkontaminasi penyakit berbahaya hepatitis setiap bulannya, selama Januari hingga Juni 2011.

“Jumlahnya bisa mencapai delapan kantongan dari total kantong darah pendonor yang diterima pada setiap bulannya. Sedangkan, tiap bulannya rata-rata PMI Kota Madiun menerima sebanyak 500 hingga 700 kantong darah,” Kepala Tata Usaha Administarsi Kantor UTD PMI Cabang Kota Madiun, Winartiningsih, Kamis (14/7/2011).

Menurut dia, reaktif penyakit hepatitis tersebut bervariasi antara hepatitis B dan hepatitis C. Jumlah ini cenderung standar untuk setiap tahunnya.

Selain antisipasi terhadap penyakit berbahaya hepatitis, pihaknya juga mengantisipasi kantong darah yang didonorkan tertular dari penyakit HIV/AIDS dan sipilis.

“Temuan kantong terkontaminasi penyakit HIV/AIDS dan sipilis selama pertengahan tahun 2011 masih nihil. Sedangkan pada tahun 2010, ditemukan dua kantong darah terkontaminasi penyakit HIV/AIDS dan dua kantong darah terkena sipilis,” tutur Winarti.

Terhadap kantong-kantong darah yang terkontaminasi penyakit berbahaya tersebut, pihaknya akan langsung memusnahkan bersamaan dengan sejumlah kantong darah lainnya yang mengalami kerusakan ataupun telah melewati masa berlaku.

“Rata-rata setiap bulan, kami bisa memusnakan 20 hingga 25 kantong darah yang bermasalah. Mulai dari kantong darah yang terkontaminasi penyakit, rusak, ataupun kedaluwarsa,” kata dia.





[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=4393