Filipina Larang Tokek Untuk Obat AIDS
Tanggal: Monday, 18 July 2011
Topik: Narkoba


WartaNews, 15 Juli 2011

Manila - Pemerintah Filipina, Jumat (15/7), memperingatkan bahwa penggunaan tokek untuk mengobati penyakit AIDS dan impotensi, bisa menimbulkan resiko kesehatan bagi para pasien, sumber Associated Press melaporkan.

Perdagangan tokek di Filipina kian meningkat. Seekor tokek dengan berat sekitar 300 gram bisa laku hingga 50.000 peso atau lebih dari 10 juta rupiah. Tokek itu nantinya akan diekspor ke Malaysia, Cina dan Korea Selatan, untuk digunakan sebagai obat tradisional penyakit asma, AIDS, kanker, TBC dan impotensi.

Departemen Kesehatan menyatakan, penggunaan tokek sebagai pengobatan tidak memiliki dasar ilmiah dan bisa berbahaya bagi para pasien. "Hal ini mungkin memperburuk kesehatan mereka secara keseluruhan dan menempatkan mereka pada resiko yang lebih besar," tambahnya.

Pengobatan untuk asma mudah tersedia dan terjangkau, sementara ada obat antivirus untuk mengontrol kemajuan HIV, tutur pernyataan itu.

Menteri Lingkungan, Ramon Paj, memperingatkan bahwa mengumpulkan dan memperdagangkan tokek tanpa izin dapat dihukum hingga empat tahun penjara dan denda hingga 300.000 peso atau hampir 70 juta rupiah. (*/dar)

Sumber: www.wartanews.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=4398