Perempuan Tua Rentan Idap Penyakit Kelamin
Tanggal: Monday, 18 July 2011
Topik: Narkoba


Media Indonesia, 15 Juli 2011

SEORANG ahli penyakit menular di Johns Hopkins University School of Medicine, menyerukan perempuan berusia 40 tahun ke atas yang aktif secara seksual untuk melakukan tes rutin terhadap parasit Trichomonas vaginalis.

Pasalnya, sebuah studi baru menemukan bahwa penyakit menular seksual itu dua kali lebih umum menyerang kelompok usia ini daripada diperkirakan sebelumnya. Skrining terutama penting karena dalam banyak kasus tidak ada gejala yang menyertainya.

''Kami biasanya berpikir penyakit menular seksual lebih umum di kalangan muda. Tapi hasil studi kami dengan jelas menunjukkan bahwa dengan trikomonas, sementara banyak anak muda yang terjangkit, lebih banyak lagi perempuan lebih tua yang terinfeksi,'' ujar peneliti senior studi Charlotte Gaydons, seperti dikutip situs sciencedaily.com.

''Infeksi Trikomonas cukup diobati dengan antibiotik. Dan angka-angka tinggi ini benar-benar menyarankan perempuan yang lebih tua untuk menjalani skrini oleh dokter keluarga dan ahli kandungan selama check-up rutin, untuk memastikan mereka tidak terinfeksi dan tidak sengaja menyebarkannya ke orang lain,'' ujar Gaydos yang juga profesor di Johns Hopkins University School of Medicine.

Secara keseluruhan, hasil survei menunjukkan bahwa 8,7 persen dari seluruh perempuan positif terinfeksi penyakit menular seksual. Dalam penelitian terdahulu, tingkat infeksi keseluruhan diperkirakan kurang dari 4 persen. Dalam studi terbaru, tingkat infeksi diketahui sebesar 8,5 persen pada perempuan berusia 18 dan 19 tahun, menurun sedikit menjadi 8,3 persen untuk perempuan berusia 20-an tahun.

Gaydos menyatakan, pengujian perlu dilakukan untuk mencegah penularan parasit. Sebab, beberapa perempuan yang terinfeksi dan sebagian besar lelaki yang terinfeksi tidak menunjukkan tanda-tanda penyakit, seperti pembuangan cairan dari vagina atau penis, iritasi saat buang air kecil dan gatal pada alat kelamin.

Jika tidak diobati, trikomoniasis dapat menyebabkan masalah kesehatan yang parah. Infeksi trikomonas terkait erat dengan koinfeksi dengan HIV, mengurangi penularan virus penyebab AIDS. Gaydos mengatakan, trikomoniasis juga dapat menyebabkan peradangan vagina, utera, dan leher rahim sampai radang panggul. Pada perempuan hamil, infeksi ini diketahui dapat menyebabkan persalinan prematur dan menghasilkan bayi dengan berat lahir rendah. (Yul/OL-06)

Sumber
: www.mediaindonesia.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=4400