Problematika Generasi Muda Meningkat
Tanggal: Tuesday, 19 July 2011
Topik: Narkoba


Jambi Ekspres, 18 Juli 2011

JAMBI - Bila dilihat fenomena dewasa ini, permasalahan dan problematika generasi muda semakin meningkat. Terutama meningkatnya penyalahgunaan narkotika psikotropika dan zat adiktif lainnya serta adanya pergaulan bebas antar sesama generasi muda. Ini tanpa mengindahkan aturan dan norma agama. Hal ini disebutkan gubernur saat sosialisasi Narkoba baru-baru ini.

Diwakili oleh Wakil Gubernur, H Fachrori Umar, Gubernur menyampaikan, kalau hal ini dibiarkan tanpa diambil langkah-langkah yang komprehensif, jelas hal ini merupakan kemunduran bagi bangsa dan sulit untuk menciptakan masa depan generasi muda berkualitas. Padahal, peran aktif generasi muda dalam setiap aspek pembangunan nasional diperlukan.

“Generasi muda sebagai kader bangsa dan sumber insani pembangunan nasional diharapkan mempunyai peran aktif membantu pemerintah dalam melaksanakan pembangunan nasional. Oleh karenanya pembinaan dan pengembangan generasi muda dari waktu ke waktu harus ditingkatkan untuk siap menghadapi permasalahan dan tantangan generasi muda yang semakin kompleks sebagai dapal dari kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi,” jelasnya

Menurut Gubernur Arus globalisasi dan informasi yang terus berkembang yang pemanfaatannya kadang-kadang tanpa mengindahkan nilai-nilai norma dan etika yang berlaku di masyarakat. Gubernur juga menjelaskan bahwa disisi lain trend penyalahgunaan narkoba semakin meningkat dan meluas sampai ke tingkat desa, maraknya kehidupan pornoaksi dan pornografi, tingginya penyebaran virus HIV/AIDS di kalangan generasi muda dan membutuhkan kerjasama yang baik dari sekuruh komponen bangsa untuk mencegah penggunaan penyalahgunaan NAPZA dan penyebaran HIV/AIDS.

“ Ada beberapa langkah atau cara untuk mengantisipasi masalah-masalah tersebut yaitu dengan menerapkan beberapa prinsip dasar yaitu Pemuda Indonesia harus berpijak bersumber pada falsafah dan dasar Negara Pancasila” jelasnya.

Hal lain yang dikemukakan Gubernur sebagai antisipasi masalah tersebut adalah faktor agama dan budaya bangsa harus menjadi faktor dasar dalam mengembangkan antara jati diri pemuda dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta arus globalisasi dan informasi yang terus berkembang. Hal ketiga yaitu etika dan moralitas pemuda merupkan prasyarat bagi peningkatan kualitas pemuda Indonesia dalam menjawab tantangan dan permasalahan bangsa kedepan.

Di sela-sela membacakan sambutannya Wagub menyatakan bahwa saat ini narkoba menjadi hal yang menakutkan dan ancaman bagi seluruh dunia.

”Saat ini narkoba menjadi hal yang menakutkan bagi seluruh dunia, karena tidak bisa dibayangkan jika seluruh penduduk dunia menggunakan narkoba, maka dunia akan menjadi hancur,”jelas Wagub.

Wagub juga meminta kepada peserta yang mengikuti kegiatan ini untuk mengajak dan memberikan pengaruh positif terhadap generasi muda lainnya.

”Bagi para peserta diharapkan dapat mendorong rekan-rekannya untuk hidup dengan positif tanpa menggunakan narkoba”jelasnya.

Sebelumnya penanggung jawab kegiatan Sosialisasi Pemuda Bersih NAPZA dan HIV/AIDS tahun 2011 Panca Putra Hamzah menyatakan bahwa kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengefektifkan gerakan upaya penanggulangan bahaya NAPZA dan HIV/AIDS dengan mengikutsertakan kesadaran masyarakat .

“Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan jejaring kerja dalam rangka penanggulangan NAPZA dan HIV/AIDS, menggerakkan pemuda untuk secara aktif melakukan dan menambah wawasan dan memahami bahaya penyalahgunaan NAPZA di lingkungan sekitarnya”jelas Panca.

(arm)

Sumber: http://www.jambiekspres.co.id




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=4413