Anak-anak Terjangkit, Polisi dan PNS Juga Tertular
Tanggal: Tuesday, 19 July 2011
Topik: Narkoba


Samarinda Pos, 18 Juli 2011

HINGGA Juni 2011, Klinik Voluntary Counseling and Testing (VCT) RSUD AW Sjahranie (AWS), sudah merawat 337 penderita HIV/AIDS. 208 orang di antaranya merupakan warga Samarinda.

YANG membuat hati miris, banyak remaja bahkan anak-anak berusia di bawah 15 tahun, sudah dinyatakan positif menderita penyakit mematikan tersebut. Dari data yang dihimpun Sapos, sejak awal 2006 hingga Juni 2011 ini tercatat 16 anak yang divonis mengidap HIV/AIDS.

"Kebanyakan anak-anak tersebut mengidap virus HIV akibat bawaan orangtua yang memang sudah dinyatakan positif. Kami melakukan tes terhadap anak, mulai baru dilahirkan hingga usia di atas 18 bulan dari perempuan yang mengidap HIV," jelas Kepala Klinik VCT RSUD AW Sjahranie Suwarto saat ditemui Sapos di ruang kerjanya.

Dijelaskan Suwarto, untuk memastikan apakah bayi yang dilahirkan seorang perempuan pengidap HIV juga terjangkit HIV, harus menunggu usia di atas 18 bulan. Karena bisa saja begitu setelah dilahirkan hasilnya positif lantaran si bayi masih terbawa sel kekebalan tubuh ibunya.

"Artinya jika baru dilahirkan dites, memang biasanya kalau si ibu positif HIV, maka anak yang dilahirkan pun positif. Tapi hasil tes itu belum akurat 100 persen. Serangkaian tes dilakukan hingga usia bayi di atas 18 bulan. Jika memang hasilnya tetap positif, berarti si bayi memang menderita HIV," kata Suwarto.

Buktinya, 156 bayi dari orangtua yang mengidap HIV, ternyata banyak yang dinyatakan negatif alias tidak terjangkit. “Dari 156 yang dites cuma 16 saja positif. Artinya perlu digarisbawahi, ibunya mengidap HIV belum tentu si anak ikut tertular. Jadi tidak bisa langsung memvonis terjangkit seperti ibunya," ungkap Suwarto.

Dibeber Suwarto juga, kebanyakan pengidap HIV yang datang ke VCT, mengaku tertular akibat perilaku seks bebas dan menyimpang. Biasanya penularnya adalah pria beristri yang "jajan" di lokalisasi atau berhubungan dengan Pekerja Sek Komersial (PSK) yang tertular,.

Selanjutnya pria tersebut membawa pulang "oleh-oleh" virus HIV saat berhubungan dengan istrinya di rumah. Selain itu HIV juga tertular akibat perilaku seks menyimpang, dengan berhubungan badan menganut anal seks. Akibat perilaku seks bebas dan menyimpang ini, ada 260 orang yang terjangkit HIV. "Makanya sebaiknya jauhi seks bebas dan menyimpang. Ini adalah cara paling sehat untuk menghindari penularan HIV," imbuh Suwanto.

Di VCT yang ada di rumah sakit pemerintah terbesar di Kaltim itu, juga tercatat seorang anggota Polri mengidap HIV. Sementara Pegawai Negeri Sipil (PNS) berjumlah 8 orang. Sementara angka penderita yang meninggal berjumlah 96 orang. Itu adalah bukti jika penyakit ini sangat mematikan dan sampai saat ini tidak ada obat penyembuhnya. (***)

Sumber: http://www.sapos.co.id




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=4416