Pengedar Narkoba Sasar Rumah Kos
Tanggal: Wednesday, 20 July 2011
Topik: Narkoba


Makassar Terkini, 20 Juli 2011

MAKASSAR – Peringatan bagi pengusaha dan penghuni kos. Jelang Ramadan, pola peredaran narkoba di Kota Makassar diprediksi merambah rumah kos menyusul ditutupnya tempat hiburan malam (THM).

Kepala Satuan Narkoba Polrestabes Makassar AKBP Hasbi Hasan mengungkapkan, dugaan tersebut mengacu pada datadata pengungkapan kasus narkoba yang menyasar rumah kos pada Ramadan. Menurutnya, rumah kos menjadi zona aman untuk transaksi dan pengguna narkoba. “Penggunaan narkotika saat Ramadan diprediksi akan beralih ke rumah pribadi dan rumah kos.

Itu karena THM yang selama ini dijadikan tempat transaksi, ditutup selama Ramadan,” ungkapnya kepada SINDO,kemarin. Untuk meminimalisasi adanya transaksi narkoba, pihaknya mengawasi sejumlah rumah kos yang dinilai rawan peredaran narkoba.Apalagi, polisi telah merilis sembilan wilayah yang dikategorikan rawan peredaran narkoba, yakni Cokonuri, Kerung-kerung, Pampang, Cendrawasih, Veteran, Rajawali,Kumala,Somba Opu, dan Tinumbu.

“Jadi, kami akan terus pantau aktivitas yang terjadi di rumah kos, terutama di sembilan daerah rawan peredaran narkoba. Kami tidak ingin kecolongan,” tandasnya. Pada bulan Ramadan sama sekali tidak berpengaruh pada menurunnya jumlah pengguna narkoba. Sebaliknya, peredaran dan pemakaian barang haram tersebut tetap tinggi. Sementara itu, Ketua Gerakan Antinarkoba (Granat) Makassar Supriansyah menegaskan, pemerintah harus menutup semua tempat hiburan, termasuk tempat hiburan yang berada di hotel berbintang.

Jika ada yang melanggar, pemerintah harus mencabut izin operasi.Pasalnya,THM dan sejenisnya sangat lekat dengan tempat tersebut. “Jika pemerintah serius mem-berantas peredaran narkoba di Makassar, sikap tegas dan tidak pandang bulu harus dijalankan. Jika terus ada toleransi, kasus penggunaan akan tetap tinggi,”tuturnya.

Supriansyah, yang juga Ketua Makassar Intelektual Law (MIL), sangat merespons sikap Polrestabes Makassar yang akan mengintai tempat yang diduga rawan narkoba. Pengintaian terhadap aktivitas tempat rawan narkoba bisa menekan tingginya angka kasus narkoba di Makassar. “Pengintaian aparat terhadap zona merahnarkoba, termasuk rumah kos,akan mampu menekan aktivitas narkobadiMakassar,bukansaja saat Ramadan,”pungkasnya.

Tingkatkan Sosialisasi

Sementara itu, Ketua Komisi E DPRD Sulsel Andi Yagkin Padjalangi meminta Pemerintah Kota Makassar dan Pemerintah Provinsi Sulsel serta semua stakholder meningkatkan sosialisasi ke semua tingkatan. Bagi politikus Partai Golkar ini, sosialisasi tersebut sangat penting mengingat Kota Makassar saat ini sudah menjadi salah satu kota tujuan. Karena itu, peluang mendistribusikan barang-barang haram itu sangat memungkinkan.

“Tidak hanya pelabuhan atau bandara skala besar harus diwaspadai dan diperketat,tapi pelabuhanskalakecildidaerahdaerah juga harus dijaga. Biasanya itu dari daerah masuk ke Makassar,” ungkap dia kepada SINDO,kemarin. Selain itu, instansi yang berkaitan dengan penanganan narkoba, kegiatannya juga harus digalakkan lebih intens, seperti Dinas Kesehatan, Badan Narkotika Kabupaten/Kota (BNK),maupun penanggulangan HIV/AIDS. Seputar Indonesia-abd salam malik/ arif saleh

Sumber: http://www.makassarterkini.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=4429