Penderita HIV/AIDS di Bengkulu Capai 2.000 Orang
Tanggal: Thursday, 21 July 2011
Topik: HIV/AIDS


Suara Pembaruan, 19 Juli 2011

[BENGKULU] Penderita HIV/AIDS positif di Provinsi Bengkulu saat ini mencapai 2.000 orang atau terjadi peningkatan sekitar 20 persen dari tahun 2009. Penderita HIV/AIDS ini tersebar di 10 kabupaten/kota di Bengkulu.

Sektaris Komisi Penanggulangan AID (KPA) Provinsi Bengkulu, Anna Mareta kepada SP, di Bengkulu, Selasa (19/7) pagi mengatakan, sekitar 80 persen penderita HIV/AIDS postif yang ada di Bengkulu berasal dari kalangan remaja.

Sedangkan sisanya masyarakat yang sudah berusia diatas 50 tahun. Sekitar 70 persen penderita HIV/AIDS di Bengkulu karena mengkonsumsi narkoba dan 20 persen lagi karena melakukan hubungan sek bebas dengan bukan pasangan resmi.

Anna mengatakan, dengan jumlah penderita HIV/AIDS di Bengkulu sebanyak 2.000 orang itu, maka daerah ini menempati peringkat 16 dari 33 provinsi di Tanah Air penderita AIDS terbanyak di Indonesia.

Sedangkan untuk kasus narkoba Provinsi Bengkulu berada pada urutan 18 dari 33 provinsi yang ada di Tanah Air. "Jadi, meski Bengkulu termasuk kota kecil, tapi penderita HIV/AIDS dan pengguna narkoba cukup tinggi," ujarnya.

Angka penderita HIV/AIDS di Bengkulu sebanyak 2.000 orang itu, katanya belum termasuk penderita yang tidak tercatat di KPA setempat. "Saya perkirakan jumlah penderitra HIV/AIDS di Bengkulu lebih dari 2.000 orang. Hanya saja keluarga penderita HIV/AIDS tidak melapor ke KPA setempat karena malu," ujarnya.

Dari jumlah penderita itu, sekitar 200 orang sudah mininggal. Korban HIV/AIDS yang meninggal tersebut, dua di antaranya adalah wartawan dari sebuah harian di Bengkulu.

"Saya tidak pantas untuk menyebutkan nama dua orang wartawan penderita HIV/AIDS yang meninggal tersebut. Yang jelas, pekerja pers di Bengkulu sudah ada yang terjangkit HIV/AIDS. Bahkan, saat ini ada satu orang wartawan lagi dalam pengawasan KPA Bengkulu karena positif terjangkit virus mematikan dengan stadium empat," ujarnya.

Untuk menekan angka penderita HIV/AIDS di Bengkulu, KPA setempat secara terus menerus melakukan sosialisasi kepada para pelajar, mahasiswa dan masyarakat umum tentang bahaya penyakit mematikan tersebut," ujarnya.

KPA Bengkulu juga mengimbau kepada masyarakat Bengkulu untuk menjauhi narkoba dan hubungan seks bebas dengan bukan pasangan resmi. "Saya yakin kalau kita tidak melakukan kedua hal ini dipastikan akan bebas terjangkit HIV/AIDS," ujarnya. [143]

Sumber: http://www.suarapembaruan.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=4431