Prosedur Donor Darah di Solo Diperketat
Tanggal: Thursday, 21 July 2011
Topik: Narkoba


Liputan6.com, 20 Juli 2011

Solo: PMI Solo, Jawa Tengah, memperketat prosedur donor darah. Langkah ini ditempuh setelah mereka menemukan 50 kantong darah yang tercemar virus HIV/AIDS dan penyakit menular lainnya pada 2010

Dirut PMI Solo Titis Wahyuono, baru-baru ini, mengatakan, penemuan kantong darah yang tercemar sama sekali tak mengganggu aktivitas donor darah. Penemuan itu membuat PMI melakukan screening lebih ketat terhadap donor darah yang masuk.

PMI Solo juga berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan setempat untuk menangani temuan tersebut sebagai upaya penanggulangan penyebaran virus melalui donor darah. Setiap ada temuan darah yang dicurigai mengandung virus HIV/AIDS, PMI tak langsung menemui pendonor, namun berkoordinasi dengan Dinkes Solo.

PMI memastikan pencemaran itu terjadi murni dari pendonor yang memang terinveksi virus HIV/AIDS, bukan dari kantong darah yang tidak steril. Apalagi selama ini kantong darah sebelum diberikan ke pasien, sudah melalui proses tes lab yang ketat.

Sebelum mengambil kesimpulan, kasus tercemar kantong darah memang harus dilakukan penelitian lebih dulu. Menurut Ketua Yayasan Konsumen Kesehatan Marius Widjajarta, hal itu sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Saat ini setiap kali ada temuan kantong darah yang dicurigai tercemar virus, PMI Solo langsung mengirimkannya ke Jakarta. Sedangkan PMI Solo hanya memusnahkan kantong darah yang terinveksi hepatitis.(ULF)

Sumber: http://kesehatan.liputan6.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=4433