Ibu RT Banyak Terjangkit
Tanggal: Thursday, 21 July 2011
Topik: Narkoba


UjungPandang Ekspres, 21 Juli 2011

MAKASSAR — Jumlah pengidap HIV/Aids di Sulsel terus bertambah men-capai 3.918 kasus. Jumlah ibu rumah tangga (RT) yang ter- jangkit yang ditemukan pada 2011 ini juga semakin banyak.

“Kasus HIV/AIDS di Sulsel meningkat sebesar 60 persen setiap tahunnya. Peningkatan itu diakibatkan dengan adanya kasus baru,” ujar Muh Nuh- rahim, Kepala Bagian Pencegahan dan Penanggulangan Biro Bina Napza dan HIV AIDS Sulsel kepada Upeks, Rabu (20/7).Tahun ini, kata Rahim, pe-ningkatannya diakibatkan ba-nyaknya kasus baru akibat he-teroseksual atau perilaku seks menyimpang.


Bahkan, untuk kasus HIV/AIDS di Sulsel, lanjut Rahim, mulai menjangkiti ibu-ibu rumah tangga.

“Saat ini jumlah kasus HIV/AIDS di Sulsel mencapai 3.918 kasus. Jumlah ini meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya sekitar 2 ribuan. Untuk kasus melalui jarum suntik sebanyak 58,6 persen. Sementara melalui heteroseksual sebesar 60 persen lebih,” katanya, kepada Upeks, Rabu (20/7).

Kasus ini, ucap Rahim, diibaratkan seperti fenomena gunung es. Dimana yang terlihat hanya seberapa, sementara yang belum terungkap cukup banyak. Seperti itulah, lanjut Rahim, yang menjadi kendala Biro Bina Napza dan HIV/AIDS dalam mendata jumlah kasus tersebut di daerah ini.

“Ini yang menjadi persoalan. Karena, masyarakat masih menganggap persoalan ini adalah aib. Jadi, masyarakat enggan untuk terbuka dan memeriksakan dirinya,” ujarnya. Untuk itu, Rahim meminta kepada masyarakat dan seluruh stakeholder di Sulsel untuk dapat bersama-sama meningkatkan program penanggulangan HIV/AIDS di daerah ini. Bentuk Kaukus Sementara itu, anggota Komisi E DPRD Sulsel, Abubakar Wasahua mengungkapkan, meningkatnya persoalan ini akibat lengahnya antisipasi seluruh komponen terhadap persoalan ini.

“Seperti Pemda, Biro Napza dan stakeholder lainnya tidak terlalu kedepankan program-program yang jelas untuk menutup peluang tersebarnya kasus tersebut,” jelasnya. Legilastor yang akan menggagas Kaukus Parlemen Peduli HIV/AIDS itu mengungkapkan, kejadian ini merupakan sebuah fenomena yang sudah sangat memprihatinkan.

Apalagi, kata Abu, jika persoalan itu telah menjangkiti ibu-ibu rumah tangga. Untuk itu, ia sangat mengharapkan agar semua pihak dalam hal ini stakeholder terkait dapat membentengi penyebaran kasus tersebut dengan menjalankan program-program penanggulangan HIV/AIDS.

“Karena program-program pemerintah yang dapat membentengi masuknya virus HIV tidak berjalan maksimal. Untuk itu, seluruh stakeholder terkait harus bangkit lakukan perlawanan terhadap virus itu,” ungkapnya.

Politisi PPP itu menyarankan, untuk memutus penyebaran virus HIV/AIDS salah satu langkah yang harus dilakukan, yakni, memeriksa masyarakat terutama calon pengantin yang akan menikah.

Sehingga, tambah Abu, bagi calon pengantin yang memang ketahuan mengidap penyakit tersebut tidak dapat melangsungkan pernikahannya, karena jika diteruskan maka akan berdampak pada penyebaran virus yang semakin meluas kepada calon pasangannya dan anak-anaknya.

Sumber: http://www.ujungpandangekspres.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=4441