Pengidap HIV/AIDS Naik 60%
Tanggal: Thursday, 21 July 2011
Topik: HIV/AIDS


Makassar Terkini, 21 Juli 2011

MAKASSAR– Jumlah penderita human immunodeficiency virus (HIV) acquired immune deficiency syndrome (AIDS) mengalami peningkatan signifikan.

Hingga triwulan II/2011, pengidap yang terdeteksi mencapai 3.918 orang atau meningkat 60% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Dari total jumlah tersebut, 80% di antaranya ditemukan di Kota Makassar.Kepala Bagian Pencegahan dan Penanggulangan Biro Bina Napza dan HIV/AIDS Sulsel Muh Nuhrahim menyebutkan,penyebaran HIV/AIDS ini mayoritas terjadi melalui jarum suntik.

Selain itu, meningkatnya jumlah penderita disebabkan adanya perilaku seks menyimpang atau heteroseksual yang sulit dikendalikan.Pelaku seks menyimpang ini berpotensi besar terkena HIV/AIDS. “Ini harus lebih diwaspadai. Apalagi,kasus HIV/AIDS di Sulsel mulai menjangkiti beberapa ibu-ibu rumah tangga,” ungkap dia seusai mengikuti rapat evaluasi dengan Komisi E DPRD Sulsel,kemarin.

Anggota DPRD Sulsel Abubakar Wasahua menyatakan, peningkatan pengidap AIDS disebabkan lemahnya antisipasi seluruh stakeholder terkait termasuk kurangnya sosialisasi kepada masyarakat, seperti pemerintah. “Biro Napza dan stakeholder lain tidak terlalu mengedepankan program-program yang jelas untuk menutup peluang tersebarnya kasus itu,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Kelompok Relawan Antisipasi AIDS (KRA) Kota Makassar Zulkufli menguraikan, dominasi penularan AIDS di Makassar tahun ini lebih banyak disebabkan penggunaan jarum suntik dan penularan melalui transmisi seksual (PMTS).Guna memutus rantai penularan AIDS melalui PMTS itu,perlu kerja sama dengan Pokja KPA Kota Makassar di setiap kecamatan, seperti melakukan pendekatan kepada pekerja seks komersial (PSK).

“Ada 3.400 lebih wanita penjaja seks saat ini yang menjadi sasaran pendekatan untuk melakukan intervensi struktural. Semua tokoh kunci yang berperan terhadap aktivitas PSK,akan dilakukan sosialisasi mengenai standardisasi perilaku aman terhadap aktivitas seksual,”papar dia. Terkait tempat yang dijadikan rujukan pengobatan, dia menyebutkan, ada enam ruang perawatan,yaitu Care Support and Treatment Clinic RS Wahidin Sudirohusodo,RS Bhayangkara, RS Pelamonia, RS Labuang Baji, PKM Ujung Pandang Baru,PKM Kassi-kassi.

Sebelumnya, Wakil Wali Kota Makassar Supomo Guntur menerangkan, guna memaksimalkan penanggulangan AIDS,14 pokja di setiap kecamatan akan diintensifkan untuk mengawasi masyarakat bekerja sama dengan KPA Kota Makassar. Mantan Sekretaris Kota Makassar ini menegaskan, penajaman tugas pokja kecamatan akan dimaksimalkan untuk PMTS. Selama ini daerah yang dianggap riskan penularan AIDS melalui PMTS,yakni Kecamatan Wajo, Ujung Pandang,Makassar,dan Panakkukang. Seputar Indonesia- arif saleh

Sumber: http://www.makassarterkini.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=4442