Jateng Peringkat 7 Jumlah Kasus HIV/AIDS
Tanggal: Friday, 22 July 2011
Topik: HIV/AIDS


CyberNews, 21 Juli 2011

Semarang, Berdasarkan jumlah kasus HIV/AIDS, Provinsi Jawa Tengah menempati peringkat 7 di tingkat nasional dengan 1.030 kasus. Sementara, jika dikalkulasi data penderita HIV/AIDS dari tahun 1993-2011 didominasi kaum perempuan yakni sebanyak 62%.

Hal itu disampaikan Manager Klinik Griya ASA PKBI Dr Dwi Yoga Yulianto pada Diskusi Interaktif Antara Hukum dan HIV/AIDS di Kalangan Pelajar Kota Semarang di Kampus Universitas Stikubank (Unisbank) Mugas, Kamis (21/7).

Tercatat, tingkat pertama jumlah kasus terbanyak diduduki oleh ibukota DKI Jakarta dengan 3.995 kasus. "Kalau dilihat dari sisi umur penderita, rata-rata mereka berusia produktif, yaitu 25-29 tahun dengan 476 penderita, usia 20-24 tahun berjumlah 179 orang, dan usia 30-34 tahun dengan jumlah 331 kasus. Sementara penyebab faktor tertularnya karena heteroseksual sebanyak 75% atau berjumlah 1208 kasus," jelasnya.

Sebagai kalangan pelajar, hal ini perlu diwaspadai. Pasalnya, kalangan remaja merupakan usia produktif yang masih mudah terpengaruh dengan pergaulan sekitar.

Psikolog dari RSUD Tugurejo Paula Budi Suryaningsih SPsi pun mengakui, bahwa remaja sangat rentan terhadap tertularnya HIV AIDS. Rasa keingintahuan yang besar menyebakan remaja atau pelajar terjerumus ke dalam pemakaian narkoba dengan memakai jarum suntik secara bergantian serta melakukan seks bebas atau berganti-ganti pasangan.

"Hal itu telah diperkuat dengan hasil riset Griya ASA PKBI, bahwa dari 1.000 responden yang terdiri dari mahasiswa dan pelajar, 97 orang diantaranya pernah melakukan hubungan seksual," ungkapnya.

Kota Semarang pun tak luput dalam pemeringkatan tersebut. Untuk tingkat provinsi Jateng, Semarang pada posisi pertama dalam kasus HIV/AIDS. Untuk mengendalikan penularan virus tersebut, cara yang paling efektif dengan memutus mata rantai untuk menghindari perilaku yang bisa menjadi pintu masuknya penyakit tersebut. Sebab, penderita tidak hanya dikalangan dewasa, namun sudah diderita oleh kaum remaja yang berusia 15-20 tahun.

Sementara, Pengelola Biro Konsultasi dan Bantuan Hukum (BKBH) Fakultas Hukum Unisbank Sukarman SH mengatakan, korban yang sudah berani membuka diri kepada publik sebagai penderita HIV/AIDS seringkali mengalami diskriminasi hukum. Perda Jawa Tengah Nomor 5 Tahun 2009 tentang Penanggulangan HIV AIDS harusnya menjadi salah satu pedoman hukum agar penderita HIV AIDS mendapatkan hak atas kesehatan yang juga dijamin UUD 45.

"Dengan banyak menyelenggarakan diskusi seperti ini, pelajar akan mendapatkan informasi yang utuh sehingga tidak menjadi korban HIV AIDS," ujarnya.

( Anggun Puspita / CN32 / JBSM )

Sumber: http://suaramerdeka.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=4445