Makassar Urutan Ketiga Penderita AIDS
Tanggal: Friday, 22 July 2011
Topik: Narkoba


Makassar Terkini, 22 Juli 2011

MAKASSAR – Jumlah penderita human immunodeficiency virus (HIV) acquired immune deficiency syndrome (AIDS) di Kota Makassar menduduki peringkat tiga dari lima kota besar di Indonesia.

Total jumlah penderita yang terdeteksi mencapai 3.134.Berdasarkan data Biro Napza dan HIV/AIDS Sulsel, yang diperoleh dari hasil survei Komisi Penanggulangan AIDS Nasional, pengidap penyakit yang melemahkan sistem kekebalan tubuh mencapai 80% dari total penderita di Sulsel sebesar 3.918 orang.

Kepala Bagian Pencegahan dan Penanggulangan Napza dan HIV/AIDS Sulsel Muhammad Nuhrahim mengungkapkan, jumlah penderita meningkat signifikan dalam setahun terakhir. Pada 2010, pihaknya mendata jumlah penderita AIDS hanya 2.400 orang.Selain itu, terjadi perubahan pola penularan HIV/AIDS yang sebelumnya didominasi pemakai narkoba melalui jarum suntik.

“Bila tahun lalu 58,6% penyebaran HIV/AIDS disebabkan jarum suntik dan narkorba, tahun ini dari data diketahui bahwa penyebarannya sudah berubah, yakni lebih dari 60% diakibatkan hubungan seksual,” ujarnya,kemarin. Umumnya penderita ditemukan di Makassar, sekaligus menempatkan Kota Anging Mammiri sebagai pengidap HIV/AIDS terbesar ketiga di Indonesia setelah Papua dan DKI Jakarta.

Dua kota besar lainnya yakni Bali dan Surabaya. Angka tersebut hanya merupakan data permukaan. Sementara itu, di lapangan, banyak penderita yang tidak mau melaporkan dirinya.Penderita HIV/AIDS di Sulsel masih dihantui budaya malu melapor bila terdapat indikasi terjangkit virus. Padahal, bila pelaporan penyakit HIV/AIDS ini cepat, kemungkinan penanganannya juga cepat dan akan memperpanjang hidup penderita.

“Jumlah penderita yang tercatat itu sebenarnya akumulasi penderita yang ada sejak lama yang timbul di permukaan itu bisa saja sedikit. Sementara di lapangan, justru bergelimpangan jumlah penderita, terutama yang masuk dalam cluster rumah tangga,” ungkapnya. Berkaca pada data tersebut, Nuhrahim berharap, pemerintah kabupaten/kota menjadikan program pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS sebagai program prioritas.

Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin yang dikonfirmasi, tidak membantah jumlah penderita HIV/AIDS meningkat. Dia memperkirakan jumlah penderita bisa lebih besar dari data yang diperoleh jika warga mau memeriksakan dirinya mengetahui, apakah sudah terinfeksi HIV/AIDS atau tidak. “Masalahnya, selama ini warga takut memeriksakan diri. Jadi, memang sulit dideteksi kalau tanpa pemeriksaan.

Harapan kami, agar penyakit ini tidak menyebar silakan periksakan diri,”paparnya. Untuk menekan terus bertambahnya jumlah penderita HIV/AIDS di Makassar, pemerintah terus melakukan berbagai upaya.“Kami sudah bekerja sama dengan NGO agar bisa memantau perkembangan HIV/AIDS di Makassar. Berbagai penyuluhan juga terus dilakukan,” tandasnya. Dia mengakui rata-rata orang yang mengidap virus HIV/AIDS berasal dari jarum suntik.

Ilham berharap warga Makassar waspada terhadap penggunaan jarum suntik berpindah- pindah. “Pemerintah tidak tinggal diam dengan keadaan seperti ini,” pungkasnya. umran la umbu Sementara itu,Ketua Komisi E DPRD Sulsel Andi Yagkin Padjalangi mengatakan, tingginya pengidap HIV/AIDS selama lima tahun terakhir harus menjadi perhatian serius semua pihak,agar tidak semakin menyebar.

Untuk itu, semua stakholder yang terkait wajib mengintensifkan sosialisasi dan penanganannya. “Semua harus terlibat. Bidang pendidikan, agama, sosial, pariwisata, Napza,dan pemuda. Kalau tidak ada langkah pencegahan, ini sangat membahayakan,” tandas dia kepada wartawan di DPRD Sulsel, kemarin.

Politikus Partai Golkar ini menambahkan, aparat kepolisian dan Dinas Sosial juga wajib memperketat tempattempat yang rawan, seperti lokasi prostitusi, tempat wisata, maupun memutus mata rantai para penyuplai perempuan dari daerah lain. “Masalah ini tidak bisa dipisahkan dengan peredaran narkoba. Makanya instansi terkait harus saling berkoordinasi, terutama memperketat pengawasan di THM dan pelabuhan,” paparnya. Seputar Indonesia-arif saleh

Sumber: http://www.makassarterkini.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=4451