Obat HIV AIDS Tidak Lagi Murah!
Tanggal: Monday, 25 July 2011
Topik: HIV/AIDS


OkeZone.com, 22 Juli 2011

LONDON - Perusahaan farmasi tidak lagi menawarkan potongan harga pada obat antiretrovial untuk negara berpenghasilan sedang yang jumlah penderita HIVnya cukup tinggi.

"Berita buruk yang menjadi pokok permasalahan adalah perusahaan farmasi kini tidak dapat menyediakan harga khusus untuk obat antiretrovial kepada negara-negara yang berpendapatan menengah seperti Brasil, China, India, Thailand, dan lainnya," ujar Direktur LSM Médecins Sans Frontières (MSF) Nathan Ford, seperti dikutip Guardian, Jumat (22/7/2011).

Perusahaan farmasi ViiV Healthcare juga menyatakan mereka tidak akan mengurangi harga obat untuk negara-negara berpenghasilan menengah meski program kesehatannya didanai oleh Global Fund untuk melawan HIV, Tuberkolosa, dan Malaria.

Sementara itu, perusahaan farmasi Merck yang sebelumnya sering memberikan potongan harga ke negara-negara berpenghasilan menengah juga mencetuskan kebijakan yang sama.

Seorang anggota MSF Janice Lee menyatakan, potongan harga yang sebelumnya diberikan merupakan solusi jangka panjang. Pemerintah di setiap negara harus memahami Perjanjian Hak Kekayaan Intelektual Berkaitan dengan Perdagangan (Trips).

Meski demikian, Viiv Healthcare memberikan keringanan terhadap negara-negara berpenghasilan rendah dan negara sub-sahara di Afrika. Mereka memberikan harga khusus dan bebas dari royalti.

"Pendekatan ini bermaksud, obat yang kami jual ditujukan bagi yang membutuhkan," ujar Juru Bicara Viiv Rebbeca Hunt.(rhs)

Sumber: http://international.okezone.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=4454