1.200 Penderita AIDS Bertambah di Jakarta
Tanggal: Monday, 25 July 2011
Topik: Narkoba


Pos Kota, 22 Juli 2011

GAMBIR – Kendati terjadi penurunan jumlah kasus HIV/AIDS di Jakarta, namun, saat ini terdapat 1.200 penderita baru penyakit berbahaya tersebut. Sebanyak 70 persen diderita warga luar Jakarta.

Sekjen Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi (KPAP) DKI Jakarta, Rohana Manggala, mengatakan agar dapat menekan kasus HIV/AIDS, Pemprov DKI Jakarta mengucurkan dana Rp15,1 miliar.

Rohana mengatakan, seluruh alokasi dana tersebut dipergunakan antara lain untuk program terapi rehabilitasi, monitoring dan evaluasi, promosi, bantuan kepada KPA tingkat kotamadya dan kabupaten, 9 kelompok kerja (pokja), pendidikan HIV/AID, meningkatkan pelayanan kesehatan HIV/AIDS di Kepulauan Seribu dan memberikan akses layanan komprehensif HIV/AIDS kepada masyarakat miskin yang tidak mempunyai KTP DKI Jakarta.

“Khusus untuk layanan kepada masyarakat miskin yang tidak ber-KTP DKI, kita mempunyai forum Mitra Praja Utama Lintas Batas. Melalui forum ini kita obati warga yang bukan warga DKI. Hingga saat ini saja, dari infeksi baru sebanyak 1.200 orang, ada 700 orang infeksi baru bukan warga DKI Jakarta. Ini semua dirawat di rumah sakit dan puskesmas,” kata Rohana.

Rohana optimis akan memapu menekan jumlah kasus HIV/AIDS, karena hanya Provinsi DKI yang memiliki Instruksi Gubernur (Ingub) yang menginstruksikan semua instansi terkait harus turut serta dalam penanggulangan penularan HIV/AIDS melalui transmisi seksual. “Baru kita yang punya Ingub yang dikeluarkan pada Desember 2010. Provinsi lain belum ada,” tuturnya.

Sedangkan Deputi Gubernur DKI bidang Kependudukan dan Pemukiman, Margani Mustar, berdasarkan data Kementerian Kesehatan, hingga Mei 2011, jumlah kasus HIV/AIDS di DKI Jakarta mencapai 3.995 kasus dengan angka kematian mencapai 576 kasus.

“Dari data ini paling banyak kasus terjadi akibat PTMS. Karena itu, kita harus berupaya merubah perilaku khususnya pada pekerja seks komersial, agar mampu menekan penularan HIV/AIDS,” ujarnya.

Komite Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN) memberikan apresiasi kepada Pemprov DKI Jakarta telah berhasil menekan jumlah kasus penularan HIV/AIDS melalui jarum suntik narkoba di ibukota. Namun seiring dengan itu, Pemprov DKI dihadapkan dengan gejala peningkatan penularan HIV/AIDS melalui transmisi seksual. Karena itu, dalam program penanggulangan penularan HIV/AIDS di Jakarta pada tahun 2011-2012 fokus kepada penanggulangan penularan HIV/AIDS melalui transmisi seksual.

“DKI Jakarta termasuk provinsi yang berhasil menurunkan kasus HIV/AIDS melalui penularan pengguna jarum suntik narkoba. Berbagai upaya telah dilakukan Pemprov DKI bersama KPA Provinsi DKI untuk menurunkan kasus penularan pada jarum suntik narkoba,” kata Inang Winarso, Asisten Deputi Pembinaan Wilayah KPA Nasional pada acara penutupan Rakerda KPAP DKI Jakarta di Balaikota DKI, Jakarta, Jumat (22/7). (john/b)

Sumber: http://www.poskota.co.id




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=4455