Cewek Kafe, Penular Terbesar HIV/AIDS
Tanggal: Monday, 25 July 2011
Topik: HIV/AIDS


Bali Post, 25 Juli 2011

Negara - Dari tahun ke tahun jumlah masyarakat Jembrana yang mengidap virus HIV/AIDS semakin meningkat. Hal tersebut disikapi serius oleh kalangan DPRD Jembrana. Anggota DPRD Jembrana Nyoman S. Kusumayasa Minggu (24/7) kemarin mengatakan hal ini harus disikapi serius. ''Senin (25/7) ini saya rapat koordinasi (rakor) di Kantor Desa Pekutatan guna menyikapi HIV/AIDS yang belakangan kasusnya melonjak terus,'' katanya.

Menurut Kusumayasa, hal ini akan menjadi fenomena gunung es dan harus segera disikapi. Sebelumnya Dinas Kesehatan dan Kesos Jembrana membeberkan peningkatan penderita HIV/AIDS terutama masyarakat Jembrana. Histori penularan virus ini yang paling banyak adalah dari berhubungan badan dengan cewek kafe.

Kabid P3PKL Dinas Kesehatan dan Kesos dr. Putu Suekantara, Sabtu (23/7) lalu mengatakan hal yang sama. Hal itu terbukti dari keterangan sejumlah penderita yang setelah ditelusuri rata-rata mereka mengaku pernah berhubungan seksual dengan cewek kafe. Bermula dari itulah mereka selanjutnya sering sakit-sakitan dan mereka baru mengetahui positif mengidap HIV/AIDS setelah dites di VCT.

Akan tetapi kendati sumber muasal yang paling dominan sudah diketahui, Dinas tidak bisa berbuat banyak. Dinas kesulitan untuk melacak cewek kafe mana yang mengidap dan menyebarkan virus tersebut. Seperti diketahui, di beberapa kafe ataupun warung remang-remang di Jembrana sering dilakukan penertiban dan diambil sampel darah mereka. Selain itu mobilitas para pekerja malam ini juga sangat tinggi. Dari satu tempat ke tempat lain dengan profesi yang sama.

Menurut Suekantara dalam melakukan tes VCT bukanlah harus dengan jalan paksaan. Tetapi harus secara sukarela dari pasien sendiri. Dan belakangan klinik VCT di RSU Negara terus meningkat menerima orang yang terduga mengidap melakukan pemeriksaan. Artinya tingkat kesadaran masyarakat terhadap bahaya penyakit mematikan ini sudah tinggi.

Di Jembrana, menurutnya, penderita HIV/AIDS yang paling kuat bertahan hidup maksimal hanya bertahan sampai lima tahun. Sedangkan yang tersingkat hanya dua minggu langsung meninggal. Total penderita AIDS di Jembrana yang terdata sebanyak 329 orang. Jumlah itu belum termasuk yang lewat jalur VCT dari Denpasar dimana terdapat 77 orang asal Jembrana yang melakukan VCT dan positif. (kmb26)

Sumber: http://www.balipost.co.id




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=4470