Di Provinsi Ini, Penderita HIV/AIDS Capai 50.000 Orang
Tanggal: Tuesday, 26 July 2011
Topik: HIV/AIDS


SURYA Online, 25 Juli 2011

BEIJING - Provinsi Henan di Cina berjanji untuk membuat para pria homoseksual lebih sadar akan bahaya AIDS dan membuat pengobatan penyakit ini terbuka lebih luas.

Pemerintah Henan berencana untuk menekan angka penyebaran virus HIV yang menyebabkan AIDS di wilayahnya karena saat ini Henan menjadi hunian sebanyak 50.000 penderita AIDS, dan merupakan provinsi dengan penderita AIDS terbanyak ketiga di Cina setelah provinsi Yunan dan daerah otonomi Guangxi Zhuang.

Faktanya, di Cina, virus HIV saat ini ternyata menjadi semakin umum di kalangan homoseksual dan pria biseksual. Di tahun 2004, sebanyak 0,06 persen para pria homoseksual dan biseksual diketahui terinfeksi virus HIV dan jumlah tersebut naik menjadi 4,16 persen di tahun 2010, menurut Liu Xinxiang, wakil direktur lembaga pencegahan HIV/AIDS di Henan.

Dari 3,173 kasus baru yang dilaporkan di tahun 2010, sebesar 44,32 persen terjadi akibat perilaku seksual menyimpang.

Menurut Menteri Kesehatan Cina, satu dari tiga kasus baru HIV di Cina terjadi pada pria homoseksual dan biseksual, dan 15 persen dari mereka yang terinfeksi tidak melakukan pengobatan.

Menurut Liu, sebagian besar pria homoseksual dan biseksual yang terinfeksi HIV tinggal di daerah perkotaan dan memiliki pendidikan yang bagus, bahkan banyak diantara mereka adalah mahasiswa.

“Pemerintah Henan mengakui banyaknya hambatan untuk membantu kelompok tersebut (homoseksual dan biseksual). Namun, pemerintah provinsi akan bekerja lebih keras dengan bekerja sama dengan berbagai lembaga untuk menjangkau kelompok tersebut secara lebih dekat,” urai Liu seperti dikutip AsiaOne, Senin (25/7/2011).

Zhu Kun, kepala lembaga pencegahan AIDS di kota Yucheng, provinsi Henan menyatakan bahwa para pria homoseksual dan biseksual masih jarang diterima di masyarakat.

Lu Jun, seorang aktivis antri diskriminasi dari Beijing Yirenping Center, sebuah organisasi non-pemerintah yang mengkampanyekan keadilan sosial mengatakan bahwa para pria homoseksual dan biseksual yang menderita AIDS mengalami tekanan diskriminasi dari masyarakat, karenanya mereka merasa lebih nyaman mencari bantuan ke organisasi sosial daripada mengikuti program pemerintah.

Liu membenarkan kedua pernyataan diatas. Menurutnya, masih banyak pegawai pemerintahan yang seharusnya terjun dalam permasalahan ini malah menampakkan antipati, kecurigaan dan bahkan permusuhan terhadap kelompok homoseksual dan biseksual.

Sumber: http://www.surya.co.id




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=4476