Penanganan HIV/AIDS Butuh Keterlibatan ODHA
Tanggal: Tuesday, 26 July 2011
Topik: HIV/AIDS


CyberNews, 25 Juli 2011

Semarang, Penanganan pasien HIV/AIDS dibutuhkan keterlibatan para ODHA atau mereka yang telah terinfeksi penyakit tersebut untuk melakukan pendampingan.

Pasalnya, bagi mereka yang baru saja teridentifikasi virus HIV/AIDS akan mengalami depresi berat, sehingga butuh orang yang dapat memotivasi.

Koordinator Kelompok Dukungan Sebaya Semarang Plus, Indra mengatakan, istilah keterlibatan teman "sebaya" atau mengalami nasib yang sama sangat dibutuhkan untuk memberi dukungan atau motivasi kepada mereka yang terkena HIV/AIDS.

Namun, utamanya dan tak kalah penting, juga perlu didukung layanan kesehatan, lingkungan masyarakat, serta kesediaan pasien.

"Kami biasanya berkoordinasi dengan rumah sakit, klinik VCT, dan LSM untuk memberikan semangat serta dukungan kepada mereka yang terinfeksi HIV/AIDS. Akan tetapi, kami pun juga akan menjaga kerahasiaannya dengan melakukan pertemuan tertutup (close meeting)bagi mereka yang mau berbagi," ungkapnya pada Diskusi Magister Program Ilmu Hukum Kajian Hukum Kesehatan Universitas 17 Agustus 1945 (Untag), belum lama ini.

Adapun, dalam penanganan pasien HIV/AIDS saat ini sudah tampak ada kemajuannya, yakni para ODHA sudah mulai terbuka bahwa dirinya mengidap virus tersebut meskipun sebatas dengan teman sebaya ataupun dalam forum diskusi bersama masyarakat lainnya.

"Sehingga pada intinya, keterbukaan itu harus berdasarkan kesediaan pasien dengan tujuan turut dalam penanganan atau berbagi sesama nasib," terang Indra.

Demikian pula penanganan yang dilakukan pemerintah. Saat inipun instansi seperti Komisi Penanggulangan AIDS tingkat Jateng juga mengalami peningkatan dalam menangani kasus tersebut, meskipun terkendala ketua dari lembaga melakukan rangkap jabatan, sehingga membuat tugasnya tidak maksimal.

Sementara itu, Guru Besar Hukum Kesehatan Untag Prof Dr Sarsintorini Putra SH MH menyatakan, bagaimanapun pemerintah harus bertanggung jawab menekan jumlah penderita HIV/AIDS dengan pengobatan yang bermutu dan terjangkau. Disamping itu, pendampingan hukum kepada para ODHA juga sangat dibutuhkan. Mengingat kondisi tersebut, maka setiap kabupaten/kota harus mengeluarkan peraturan daerah yang tegas.

"Hal ini juga penting karena selama ini hanya himbauan saja kepada masyarakat untuk tidak mengucilkan para ODHA," katanya.

( Anggun Puspita / CN32 / JBSM )

Sumber: http://suaramerdeka.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=4477