Pulang Merantau, Bawa Penyakit HIV/AIDS
Tanggal: Friday, 29 July 2011
Topik: HIV/AIDS


INILAH.COM, 26 Juli 2011

Bojonegoro - Kasus penyebaran penyakit HIV/AIDS di Bojonegoro cenderung meningkat. Selama 2010 ditemukan ada 50 penderita penyakit mematikan itu. Sementara, hingga Juni 2011 ditemukan 40 kasus HIV/AIDS. Sebagian besar penderita HIV/AIDS itu kalangan usia produktif yaitu antara 20 tahun hingga 45 tahun.

Warga Bojonegoro yang terjangkit virus mematikan itu sebagian besar merupakan perantau dan pekerja di luar kota. Mereka kebanyakan bekerja di kota-kota besar lalu pulang dalam kondisi sudah terjangkit HIV/AIDS. "Penderita HIV/AIDS itu warga asli Bojonegoro yang merantau,” ujar dr Rahmat, dokter yang menangani pasien HIV/AIDS di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro, kemarin.

Menurutnya, sebagian besar penderita itu ditemukan dalam kondisi sudah terlambat. Kebanyakan statusnya sudah tahap AIDS. Bahkan, kata dia, ada pula temuan kasus HIV/AIDS yang menular ke istri dan anak. “Penularan ke istri dan anak itu diketahui setelah diperiksa di rumah sakit,” kata dr Rahmat kepada beritajatim.com. selasa (26/07/2011)

Menurutnya, pasien HIV/AIDS yang masuk ke rumah sakit segera ditangani oleh tim dokter ahli penyakit dalam. Kondisi pasien itu distabilkan dengan menguatkan daya tahan tubuhnya. Tetapi, jika kondisinya membutuhkan penanganan lebih lanjut maka dirujuk ke RSU dr Soetomo Surabaya.

RSUD dr Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro masih terbatas dalam penanganan pasien HIV/AIDS. Jumlah kamar untuk penanganan pasien HIV/AIDS baru empat. Sedangkan, dokter yang menangani penyakit mematikan itu juga kini baru empat orang. Namun, fasilitas laboratorium klinis untuk memeriksa pasien di rumah sakit ini sudah tersedia.

Menurut dr Rahmat, pihaknya hanya menangani pasien yang masuk ke rumah sakit. Sementara, pencegahan dan pendeteksian dilakukan oleh Dinas Kesehatan dan Komisi Penanggulangan HIVAIDS Bojonegoro.

Sementara itu menurut dr Erwin Asta Triono dari RSU dr Soetomo Surabaya, menuturkan, penyebaran HIV/AIDS di daerah seperti Bojonegoro bisa mewabah bila tidak ditanggulangi. Kasus penyebaran HIV/AIDS banyak terjadi dari pekerja di kota yang pulang ke daerah.

“Penyebaran HIV/AIDS di daerah ini perlu diantisipasi,” ujarnya usai memberi pelatihan penanganan pasien HIV/AIDS di RSUD dr Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro.

Menurutnya, penularan HIV/AIDS paling banyak terjadi karena pertukaran jarum suntik sesama pemakai narkoba dan hubungan seksual bebas. Oleh karena itu, kata dia, perlu ada penyadaran untuk menanggulangi penyakit mematikan itu di berbagai kalangan di Bojonegoro. [beritajatim.com]

Sumber: Inilah.Com



[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=4485