Ratusan Penghuni Lapas Pasirpangaraian Jalani Tes HIV
Tanggal: Friday, 29 July 2011
Topik: HIV/AIDS


Riau Terkini, 26 Juli 2011

PASIRPANGARAIAN - Sebanyak 200 penghuni Lapas Klas II B Pasirpangaraian, Kabupaten Rokan Hulu, jalani pengambilan sample darah untuk tes penyakit Human Immunodeficiency Virus (HIV) di klinik Lapas, Selasa (26/7/11) pagi.

Uji tes HIV ini, dilakukan Dinas Kesehatan (Dinkes) Rokan Hulu, bekerjasama dengan Klinik VCT Rumah Sakit Bangkinang, Kabupaten Kampar, dalam upaya untuk meminimalisir angka penyebaran HIV dan Aids di negeri seribu suluk.

Sebelum dilakukan pengambilan sample darah, lebih dulu dilakukan penyuluhan dan pemberian informasi seputar penyakit HIV, baik penyebaran, pencegahan, dan penularan penyakit mematikan ini kepada manusia lainnya.

Dr Marliswati Gusmali, dokter dari KLinik VCT RS Bangkinang, menjelaskan pengambilan sample darah kepada penghuni ini dilakukan sehari. Untuk Kabupaten Rokan Hulu, hanya satu tempat yang menjadi acuan pengambilan sample, yakni di Lapas Klas II B Pasirpangaraian.

Klinik VCT RS Bangkinang dipercaya Dinkes sebagai instansi untuk lakukan pemeriksaan. Sebab sejak sejauh ini, Pemkab Rokan Hulu belum memiliki Klinik VCT.

“Efektifnya 3 kali sebulan dilakukan uji darah, sebab gejala HIV baru terdeteksi 5-6 tahun kemudian. Sebab Rokan Hulu jauh dan tidak terjangkau, usai lebaran ini kita akan lakukan hal sama disini,” tuturnya.

Klinik VCT hanya menjaring, melalui konseling test HIV. Jika diketahui ada penghuni yang terinveksi penyakit mematikan ini, sample darah akan diambil kembali untuk diketahui sistem kekebalan tubuh (imunilogi). Kemudian sample tersebut akan dikirim ke Jakarta.

“Pengujian di Jakarta dilakukan, untuk diketahui obat yang mampu menekan inveksi, bukan sebagai penyembuh. Sebab, sejauh ini belum ada obatnya untuk penyakit ini,” terangnya.

Klinik VCT hanya ada 8 unit di Provinsi Riau, belum berdiri di Rokan Hulu, yaitu 3 unit di Pekanbaru seperti di RSUD Arifin Achmad, RSJ Panam, dan RS Santa maria. Kemudian, 1 unit di RS Bangkinang, 1 unit di RS Selasih Pelalawan, 1 unit di RS Bagan Batu Rokan Hilir, 2 unit di Bengkalis, dan 1 unit di RS Puri Husada Tembilahan.

Kepala Dinkes Rokan Hulu, Dr Wildan Asfan Hasibuan M.Kes, didampingi Kasi Pemberantasan Penyakit, Abu Syofyan SKM,M.Kes, mengakui Rokan Hulu belum memiliki Klinik VCT, alasannya, karena keterbatasan tenaga ahli yang belum memadai. Sehingga setiap tahunnya, untuk pemeriksaan HIV ini, Dinkes bekerjasama dengan Klinik VCT RS Bangkinang.

Sejauh ini, sedikitnya 22 orang yang merupakan warga Rokan Hulu terjangkit penyakit ini. Perihal ini terungkap, hasil tes darah di rumah sakit dan data dari Dinkes Provinsi Riau. “Tahun 2011 ini, sudah kedua kalinya digelar pengambilan sample darah kepada penghuni Lapas, yakni pada Februari dan Juli 2011,” terang Abu Syofyan.

Kepala KPLP Klas II Pasirpangaraian, Irman Jaya, menuturkan, penghuni yang mengidap HIV, bukan berasal dari dalam Lapas, melainkan mereka sudah mengidapnya sebelum masuk ke Lapas.

“Untuk menekan angka ini, kita terus lakukan bimbingan agama, sesuai kepercayaan penghuni. Ini rutin kami lakukan, sehingga mereka jauh dari penyakit mematikan ini,” katanya.***(zal)

Sumber: Riau Terkini




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=4488