Anak Indonesia Harapan Bangsa
Tanggal: Friday, 29 July 2011
Topik: Narkoba


Okezone.com, 26 Juli 2011

BERBICARA tentang anak Indonesia, ada banyak hal yang bisa menampilkan potret anak Indonesia. Pada Januari 2011, Siswa SMP Muhammadiyah 1 Sidoarjo merebut juara tiga kompetisi robot di Singapura. Februari 2011, dua siswa SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo berhasil membuat inovasi helm refreshing anti mengantuk, serta kakak beradik asal Bojongsoang, Kabupaten Bandung, berhasil menemukan antivirus yang kemudian diberi nama "Artav" (Arival Taufik Anti Virus).

Sementara pada April 2011, anak Indonesia menjadi juara pertama dalam festival tari anak internasional yang berlangsung di Turki. Dan minggu lalu, berita gembira datang dari kontingen anak Indonesia yang berhasil meraih medali emas pada ajang International Physics Olympiads (IphO) dan International Chemistry Olympiads (IchO) yang masing-masing diselenggarakan di Thailand dan Turki.

Di sisi lain, Februari 2011, bocah sembilan bulan kecanduan merokok. Pada Maret 2011, dua anak di bawah umur di Makassar terlibat sindikat peredaran uang palsu dan terancam hukuman 15 tahun penjara. Pada Juni 2011, sedikitnya ada 10 anak di Depok, Jawa Barat, tertular HIV/AIDS dari orangtua mereka. Dan di bulan yang sama, di Pekalongan, seorang bocah tewas dihabisi oleh temannya sendiri.

Dari sekian prestasi anak Indonesia, baik tingkat nasional maupun internasional, ternyata belum bisa dipandang sebagai representasi potret positif dari 84 juta anak yang ada Indonesia. Bila dipandang secara global, kondisi kemiskinan, kekerasan, keterbelakangan, dan gizi buruk teryata menjadi dominan dalam merepresentasikan potret anak Indonesia. Jumlah anak-anak Indonesia yang putus sekolah jauh lebih banyak dibandingkan dengan anak-anak yang berprestasi. Jumlah anak jalanan, anak penderita gizi buruk, serta anak-anak yang terjerat kasus kriminal di Indonesia, pun tidak bisa dibilang sedikit dibandingkan dangan jumlah anak Indonesia secara keseluruhan.

Mengapa hal ini terjadi? Indonesia yang memiliki Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) yang dibentuk berdasarkan amanat Keppres 77/2003 dan pasal 74 UU No. 23 Tahun 2002 dalam rangka meningkatkan efektivitas penyelenggaraan perlindungan anak di Indonesia, belum sepenuhnya bisa mengatasi berbagai permasalah anak Indonesia. Memang, permasalah anak di Indonesia begitu kompleks dan berakar dari permasalahan bangsa Indonesia yang paling utama, yaitu kemiskinan.

Karena kimiskinanlah anak-anak Indonesia tidak bisa mendapatkan kehidupan yang layak. Kehidupan yang tidak layak mengakibatkan terhambatnya akses terhadap kesehatan yang baik. Kemisikan juga merupakan akar dari banyaknya anak Indonesia yang terpaksa bekerja di jalanan dan bahkan melakukan tindakan kriminal. Kemiskinan pula lah menyebabkan banyak anak yang terpaksa putus sekolah, dan memupuskan mimpi-mimpi mereka untuk berprestasi.

Masih banyak yang meyakini, bahwa pemerintah tidak mungkin berdiam diri menghadapi peliknya permasalan anak Indonesia. Awal Januari 2011, Menteri Sosial Salim Segaf Al-Jufrie mengatakan, tahun 2011 tidak ada lagi anak Indonesia yang tinggal di jalanan. Pada peringatan Hari Anak Nasional, 23 Juli 2011, pemerintah mengusung tema “Anak Sehat 2011” dalam upaya menjamin pemenuhan hak anak atas kelangsungan hidup, tumbuh dan berkembang serta terlindungi dari kekerasan dan diskriminasi. Pemerintah juga berencana memperbesar keran anggaran untuk beasiswa siswa tidak mampu. Rencana itu tercantum dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Perubahan (RAPBN-P) 2011.

Berbagai upaya yang telah dilakukan pemerintah memberikan harapan terpenuhinya hak anak atas kelangsungan hidup, tumbuh, dan berkembang serta terlindungi dari kekerasan dan diskriminasi. Namun, upaya tersebut membutuhkan banyak dukungan dari masyarakat Indonesia, terutama orangtua yang memikul tanggung jawab utama dalam hal pemenuhan hak anak. Anak Indonesia harus segera diselamatkan kehidupan, kesehatan, dan pendidikannya, karena mereka adalah harapan bangsa dan di tangan merekalah nasib bangsa Indonesia dipertaruhkan.

Sumber: OkeZone.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=4489