Dikembangkan, Road Map Vaksin Nasional
Tanggal: Friday, 29 July 2011
Topik: Narkoba


Sindo, 28 Juli 2011

JAKARTA– Sinergi antara kalangan akademisi, bisnis, dan pemerintah perlu diintensifkan dalam menyusun strategi dan membangun inovasi terbaik pengembangan vaksin.

Direktur Utama PT Bio Farma, Iskandar,mengatakan bahwa produksi vaksin-vaksin terjangkau merupakan prioritas utama untuk mewujudkan komitmen pemerintah mencapai Millenium Development Goal’s (MDGs) demi kepentingan bangsa. “Perlu ada penyamaan persepsi dan visi antara akademisi, pemerintah, dan industri dalam proses menuju produksi vaksin masa depan.

Terlebih pada Dekade Vaksin 2011-2020 ini,” ujar Iskandar di sela-sela pelaksanaan hari kedua Forum Riset Vaksin Nasional di Jakarta kemarin. Forum Riset Vaksin Nasional digelar Bio Farma bekerja sama dengan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan dengan format roundtable discussion.

Ada 120 peserta dari kalangan pemerintah, industri, serta akademisi/periset dari berbagai perguruan tinggi dan lembaga membahas pengembangan dan produksi vaksin masa depan yang menjadi prioritas utama negara-negara di dunia dalam berbagai aspek.

Menurut Iskandar, forum ini juga digelar sebagai langkah awal untuk menghadapi rencana China yang segera memproduksi vaksin murah secara global dalam 2-3 tahun mendatang. Beberapa jenis vaksin masa depan yang akan dikembangkan adalah rotavirus, tuberkulosis, malaria, dengue, influenza, pneumococcus, dan HIV.

Dalam forum kemarin dibahas pula kebijakan riset vaksin nasional, regulasi dan pendanaan, serta delivery system. Ketua Komite Inovasi Nasional (KIN), Zuhal, kemarin dihadirkan sebagai salah satu pembicara. Peranan KIN dalam forum ini adalah memberi rekomendasi dalam pengembangan budaya inovasi nasional, khususnya dalam pengembangan riset vaksin.

Kemarin juga dilakukan pemetaan kemampuan masingmasing institusi/lembaga dalam hal riset vaksin, harmonisasi riset vaksin pada setiap institusi/ lembaga/universitas agar tidakterjadiduplikasipenelitian. “Intinya, kami semua ingin penelitian yang dilakukan lebih aplikatif untuk direalisasikan menjadi produk vaksin oleh industri,”papar Iskandar.

Staf Ahli Menteri Kesehatan Bidang Perlindungan Faktor Risiko Kesehatan,Triono Soendoro, mengungkapkan, dalam pencapaian target MDGs pengendalian penyakit infeksi (HIV/AIDS,TB, dan Malaria) perlu mendapat perhatian khusus dari forum karena termasuk penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi.

“Cakupan imunisasi pada anak, khususnya enam vaksin sebagai komponen utama pelayanan kesehatan dasar,kami harap dapat ditingkatkan dalam sepuluh tahun ke depan, sesuai yang dicanangkan dalam program Dekade Vaksin 2011- 2020,”kata Triono. Dia berharap kalangan peneliti yang terlibat langsung dalam forum ini terus meningkatkan kapasitas penelitiannya untuk pengembangan produksi vaksin.

Dengan terus mengembangkan riset, diharapkan kualitas kebijakan kesehatan menjadi lebih baik,sehingga jenis vaksin yang digunakan dari waktu ke waktu pun berubah dan berkembang sesuai kebutuhan publik serta situasi epidemiologi penyakit. dyah ayu pamela

Sumber: Koran SINDO




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=4494