Balikpapan Dominan, Loloskan Anggota Dewan
Tanggal: Monday, 01 August 2011
Topik: Narkoba


Kaltim Post, 31 Juli 2011

BALIKPAPAN - Sebanyak 10 finalis lolos audisi Pemilihan Puteri Indonesia (PPI) 2011 tingkat Kalimantan Timur (Kaltim). Mereka akan bertarung dengan 6 finalis lainnya, masing-masing dari Kalimantan Selatan (Kalsel) dan Kalimantan Tengah (Kalteng) --yang lebih dulu menggelar audisi-- pada grand final regional Borneo yang dihelat 10 September mendatang di Le Grandeur Hotel, Balikpapan.

“Finalis dari 3 provinsi di Kalimantan yang lolos audisi akan dikarantina selama empat hari, yaitu pada 8-11 September,” jelas Noor Awaliah, Dirut PT Borneo Enterprisindo (event organizer Kaltim Post Group), yang juga ketua panitia.

Selama masa karantina, peserta akan mendapat pembekalan dari panitia. Tapi dia berpesan agar finalis memanfaatkan waktu tersisa sebelum masa karantina dan mempersiapkan diri sebaik mungkin.

“Persiapkan mental dan wawasan, terutama pengetahuan umum yang menyangkut pariwisata di daerah masing-masing. Di samping banyak membaca surat kabar dan menonton televisi,” tutur Awal, sapaan akrab Noor Awaliah.

Dari 20 kontestan yang mengikuti audisi PPI pada Sabtu (30/7) kemarin di StudioBalikpapan TV (BTV) di lantai 5 Gedung Biru Kaltim Post Group, sepuluh dinyatakan berhak melangkah ke babak grand final 10 September nanti.

Kontestan asal Balikpapan amat dominan. Di mana, Kota Minyak meloloskan tujuh wakilnya. Sedangkan tiga finalis lainnya berasal dari Samarinda, Bontang, dan Penajam Paser Utara (PPU).

Yang menarik, finalis asal PPU Syarifah Ainun Jariyah (25) masih berstatus anggota DPRD setempat. Sekretaris Komisi I DPRD PPU ini juga tercatat sebagai wakil rakyat termuda di provinsi ini.

“Saya akan memperjuangkan hak ibu dan anak dari tindak kekerasan dalam keluarga, serta mengajak kawula muda negeri ini memerangi narkoba, serta HIV/AIDS,” kata Syarifah yang kemarin mengenakan nomor urut 15.

Tentu saja, status sosial tak berpengaruh kepada layak-tidaknya seorang kontestan lolos grand final. Kesepuluh finalis tadi berhasil melangkah setelah melalui seleksi ketat, yang meliputi tes wawancara, tampilan bakat atau talenta, beauty & style, public speaking, motivasi personal, dan catwalk.

AA Agus Kencana selaku Show Director dan Koordinator Umum PPI area Kalimantan 2011 mengatakan, kriteria penilaian sesuai dengan tujuan dan kriteria Yayasan Puteri Indonesia (YPI), yaitu brain, beauty, dan behavior.

“Dari audisi akan dilihat sejauh mana pengetahuan umum kontestan, kemampuan mempromosikan pariwisata, budaya, dan pembangunan di daerah masing-masing kontestan, serta kemampuan berbahasa asing,” ujarnya.

Tim juri yang melakukan penilaian terdiri dari juri H Sugito (praktisi media), Oemy Facessly B (kepala Dispenda Balikpapan) dan Agus Kencana (pembina mode)

Mengenai kecantikan, menurut Agus Kencana, tidak mesti cantik secara fisik, tapi apakah kontestan bisa mengombinasikan sebuah kecantikan paripurna, yaitu cantik luar-dalam. Saat audisi juga terlihat talenta yang dimiliki seorang kontestan.

Awal kembali menambahkan, audisi PPI 2011 ini dikemas lebih santai. “Pada audisi sebelumnya menggunakan head table, tapi tahun ini dikemas seperti talk show, jadi lebih santai,” ujarnya.

Dia berharap para finalis mempersiapkan diri sebaik mungkin karena pada grand final 10 September mendatang, dari 22 finalis hanya tiga finalis yang akan melaju ke pemilihan nasional 2011 di Jakarta. “Masing-masing provinsi hanya diwakili 1 finalis. Jadi, untuk Kalimantan hanya tiga finalis yang melenggang ke babak berikutnya,” pungkasnya.

Audisi PPI tingkat Kaltim, Kalsel, dan Kalteng 2011 ini didukung Pemkot Balikpapan,Kaltim Post, Yamaha, Le Grandeur Hotel, A&R Studio, Agus Kencana Studio, Jali Jali Enterprise, Luwai Garment, Tip Top Restaurant, BTV, Radio KPFM, Balikpapan Pos, Dandito Restaurant, Mustika Ratu, serta Macmillan Salon, dan PT Borneo Mulia Baru (boutique 7 garment).(*/ost/zal)

Sumber: Kaltim Post




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=4506