http://regional.kompas.com
">


Penderita HIV/AIDS di Sulut, 859 Orang
Tanggal: Thursday, 04 August 2011
Topik: HIV/AIDS


KOMPAS.com, 02 Agustus 2011

MANADO - Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Sulawesi Utara membeber data Mei 2011 sudah 859 warga kota/kabupaten menderita HIV/AIDS.

"229 penderita HIV/AIDS berprofesi swasta dan wiraswasta. Profesi ini yang terbesar. Dan terbesar kedua adalah Ibu Rumah Tangga dengan 156 penderita," jelas Pengelola Admin KPA Sulawesi Utara, Patrick Johanes, Selasa (2/8/2011), di Manado.

Penyebaran penyakit ini menurutnya bisa terjadi lewat beberapa jalur. Di antaranya, penularan seks tidak aman, gonta-ganti jarum suntik oleh pengguna narkoba suntik, transfusi darah serta usapan air susu ibu atau saat persalinan. "Agar tidak terjangkit, maka perilaku-perilaku seperti ini harus dihindari," harapnya.

KPA Sulut menurutnya tak hanya sekadar melakukan sosialisasi. Intervensi perilaku menjadi hal penting dan sudah mulai dilakukan beberapa tahun belakangan ini.

Misalnya, ketika berada di komunitas pengguna narkoba jarum suntik. Mereka diarahkan untuk menggunakan jarum suntik steril. Begitupun dengan komunitas waria yang diberikan pelumas atau lubrikan.

"Mereka yang menderita HIV/AIDS mengharapkan ada kesetaraan perlakuan seperti orang biasa. Tak perlu dibenci apalagi dikucilkan. Mereka ingin tumbuh normal dalam komunitasnya," katanya.

Data April, total penderita sebanyak 837 orang. Ketambahan 22 kasus HIV/AIDS dikontribusi dari Kota Manado 8 kasus, Kota Bitung 5 kasus, Kabupaten Minahasa Selatan 2 kasus, Kabupaten Minahasa Utara 1 kasus, Kabupaten Minahasa 5 kasus dan Kabupaten Minahasa Tenggara 1 kasus.

"Dari 859 penderita, jenis kelamin laki-laki sebanyak 506 orang dan jenis kelamin perempuan 353 orang. 124 orang di antaranya sudah meninggal dunia," rinci Patrick.

Kota Manado, menurutnya, menjadi kota terbesar berkontribusi dalam jumlah HIV/AIDS dibanding kota/kabupaten lainnya. Dari 859 penderita, 336 di antaranya berasal dari kota ini. Disusul Kota Bitung dengan 203 penderita.

"Tingginya kasus HIV/AIDS di Kota Manado tinggi disebabkan pengguna narkoba yang terkonsentrasi di kota ini. Begitupun dengan pekerja seksnya," ujarnya.

Sumber: http://regional.kompas.com






[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=4518