http://www.cenderawasihpos.com
">


Di Wanam, Tercatat 17 Warga Ditemukan Positif HIV-AIDS
Tanggal: Thursday, 04 August 2011
Topik: HIV/AIDS


Cenderawasih Pos, 03 Agustus 2011

MERAUKE - Apa yang dikuatirkan atas bebasnya Pekerja Seks Komersial (PSK) beroperasi di Wanam kini benar-benar terbukti. Hasil survey yang dilakukan Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke sekitar bulan Maret dan April lalu menemukan dan mencatat sedikitnya 17 warga yang sudah terinveksi HIV-AIDS.

‘’Itu yang baru ditemukan. Kemungkinan jumlah warga yang sudah positif lebih banyak lagi,’’ kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke, dr Steve Osok, kepada cenderawasih Pos, Selasa (2/8). Sebenarnya, ungkap Steve, daerah tersebut sudah lama menjadi tempat operasi dari para PSK, karena Wanam merupakan daerah transit para nelayan asing baik dari China maupun Thaiwan saat ini. Sebelumnya, para ABK asal Thailand. ‘’Sekarang kalau mereka (ABK) turun ke darat tidak cari yang lain tapi cari perempuan kalau perlu bawa ke kapal,’’ jelasnya.

Menurut Steve Osok, jika ada kasus-kasus sepeerti itu ditemukan di Merauke maka langsung dilakukan penanganan secara integrasi mulai dari dari Dinas kesehatan, Sosial, kepolisian dan lembaga lainnya yang didukung KPA. Tapi di Wanam belum ada. ‘’Dengan adanya kasus yang ditemukan itu, bulan kemarin sudah ada rapat di KPA, sepakat untuk membentuk KPA setingkat distrik. Sekarang ini dalam proses,’’ katanya.

Ditanya rencana untuk membangun lokalisasi hanya saja masih mendapat penolakan dari berbagai pihak karena dinilai seakan-akan melegalkan prostitusi dan dikuatirkan PSK akan semakin banyak di sana, Steve Osok mengakuinya sebagai sebuah dilema. ‘’Kita ini mau pakai aliran mana. Aliran mau biarkan, maka kita akan sulit melakukan control. Tapi kalau saya kita buat lokalisasi saja. Memang kesannya seakan-akan mendukung prostitusi tapi dari sisi kesehatan bila sudah dikumpulkan di satu lokalisasi pembinaannya gampang sekali dilakukan. Resiko juga kecil,’’ terangnya.

Namun jika tidak dilakukan lokalisasi resikonya akan sangat tinggi. ‘’Kadang-kadang orang berpikir sepintas seperti penggunaan kondom yang seakan-akan merestui berhubungan seks. Tapi kenyataan di masyarakat kan seperti itu. Kita tidak bisa berpura-pura lagi,’’ tambahnya. (ulo/nan)

Sumber: http://www.cenderawasihpos.com






[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=4521