Tiap 3 Detik, 1 Gadis di Bawah Umur Nikah
Tanggal: Friday, 05 August 2011
Topik: Narkoba


KOMPAS.com, 04 Agustus 2011

Setiap tiga detik, satu orang gadis di bawah usia 18 tahun menikah atau dinikahkan. Artinya, 10 juta gadis di bawah umur di dunia menikah setiap tahunnya.

Angka yang cukup mengguncang ini datang dari sebuah lembaga sosial yang berbasis di New York, Plan UK, menurut Reuters, Kamis (4/8/2011). Kebanyakan gadis-gadis di bawah umur itu menikah atau dinikahkan di Afrika, Timur Tengah, dan Asia Selatan.

"Ini sungguh merupakan salah satu isu besar masa kini, dan kami bertekad untuk menyuarakan suara jutaan perempuan di bawah umur yang dikawinkan bukan karena kemauan mereka," ungkap Marie Staunton, pemimpin Plan UK, lembaga sosial itu, dalam sebuah laporan globalnya tentang perkawinan di bawah umur.

Angka lain yang mengejutkan datang dari sebuah lembaga think tank berbasis di Washington, ICRW. Bahwa jumlah gadis-gadis yang menyelesaikan pendidikan sekolah menengah pertamanya, satu banding enam dibandingkan anak di bawah umur yang menikah.

Masih menurut ICRW, di Nigeria, Chad, dan Mali di Afrika, tercatat lebih dari 70 persen gadis menikah di bawah usia 18 tahun. Sementara di Etiopia, Malawi, Madagaskar, Sierra Leone, Kamerun, Eritrea, Uganda, India, Nikaragua, Zambia, dan Tanzania mencapai 40 persen.

Alasan pernikahan bervariasi di setiap negara, dan umumnya sangat sederhana. "Sangat sering terjadi, justru orang lain atau anggota keluarga si gadis yang memutuskan untuk pernikahan si gadis," ungkap Jeffrey Edmeades, seorang ahli demografi sosial dari ICRW kepada Trustlaw, sebuah agen berita hukum yang dikelola oleh Yayasan Thomson Reuters.

Secara biologis, gadis berusia di bawah 15 tahun tubuhnya masih dalam perkembangan dan pinggulnya masih sempit. Risiko kematiannya lima kali lebih besar jika mengandung atau melahirkan—jika dibandingkan dengan mereka yang berusia di atas 20 tahun, ungkap agen perkembangan, International Development.

Angka kematian gadis-gadis di bawah usia 15-19 tahun yang mengandung atau melahirkan, di seluruh dunia, menurut lembaga PBB Unicef, mencapai 70.000 per tahun. Bahkan lembaga PBB lainnya, World Population Fund, menyimpulkan bahwa kehamilan merupakan penyebab terbesar kematian pada usia-usia itu.

Juga diungkapkan, komplikasi yang terjadi pada persalinan perempuan di bawah umur dan aborsi yang kurang aman menjadi salah satu faktor penyebab terbanyak kematian anak-anak di bawah umur.

Juga, gadis-gadis yang dipaksa menikah pada usia terlalu muda semakin menunjukkan peningkatan akan risiko ketularan penyakit-penyakit mematikan, HIV/AIDS, karena mereka pada umumnya tak memiliki keberdayaan untuk "bernegosiasi" melakukan hubungan seks yang lebih aman dengan suami-suami mereka yang umumnya jauh lebih tua.

Sumber: http://internasional.kompas.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=4528