Satpol PP Kota Bandung Terapkan Sistem Penjagaan Dini
Tanggal: Monday, 08 August 2011
Topik: Narkoba


Pikiran Rakyat, 05 Agustus 2011

BANDUNG - Satuan Polisi Pamong Praja Kota Bandung mulai menerapkan sistem penjagaan dini di Jln. Merdeka depan Bandung Indah Plasa, Jumat (5/8). Keberadaan petugas sejak pukul 14.00 WIB dirasakan efektif untuk menjaga kawasan tersebut tetap steril dari pedagang kaki lima yang biasa mulai beroperasi sekitar pukul 14.30 WIB.

Menurut Kepala Seksi Penertiban Satpol PP Kota Bandung Deden Rukmana, langkah tersebut dilakukan sesuai instruksi Walikota Bandung Dada Rosada. “Mulai hari ini kita terapkan penjagaan lebih awal, kalau efektif akan kita teruskan metode seperti ini ke depan,” ujarnya ketika ditemui di Jln. Merdeka Kota Bandung, Jumat (5/8).

Deden mengatakan, kawasan Jln. Merdeka memang menjadi salah satu prioritas utama yang harus bersih dari PKL. Pasalnya, keberadaan PKL di kawasan itu seringkali mengganggu kenyamanan pengguna jalan. Meski tidak menggunakan banyak badan jalan seperti di kawasan Jln. Oto Iskandardinata, kawasan tersebut terbilang jalur padat yang dilalui banyak kendaraan setiap hari.

Dari pemantauan "PRLM", hingga pukul 15.30 WIB, kondisi Jln. Merdeka masih tertib dari PKL. Para pedagang diperkirakan cukup segan dengan keberadaan deretan truk dan mobil Satpol PP yang berbaris di seberang BIP. "Kami tidak tahu petugas tahan sampai jam berapa berjaga di sini. Biasanya kalau kami sudah bergeser, pedagang pasti datang," ucap Deden.

Ditemui terpisah, Jajang (28) salah seorang PKL yang biasa berjualan aksesoris telefon seluler di Jln. Merdeka mengaku tidak berani berjualan siang itu. “Kalau petugas sudah tidak nongkrong di sana, mungkin bisa jualan lagi,” ujarnya.

Jajang mengatakan, setiap hari ia biasanya berjualan setiap pukul 15.00 WIB hingga malam hari. Dalam sehari ia mampu meraup omset hingga Rp 100.000. “Di sana lumayan rame, banyak pengunjung BIP dan BEC, jadi pembeli lumayan banyak,” tuturnya.

Untuk menjaga kondusifitas ibadah Ramadan, Satpol PP Kota Bandung juga terus menggiatkan operasi malam. Dalam operasi tersebut, penjaja seks komersial (PSK) serta gelandangan dan pengemis (gepeng) menjadi prioritas utama yang ditertibkan.

Deden mengungkapkan, penertiban PSK difokuskan di jalan-jalan utama. Meski diakui tidak sepenuhnya tutup, kegiatan PSK di lokasi tertutup dianggap tidak terlalu kentara mengganggu ketertiban. “Kami utamakan yang mangkal di jalan, karena ada kesan Bandung marak PSK walaupun saat ramadan,” ujarnya.

Hal tersebut, tambah Deden, memang terbukti dengan terjaringnya 13 PSK dalam operasi Kamis (4/8) malam. Sembilan dari PSK yang diamankan, telah dikirim ke tempat rehabilitasi. Sementara empat sisanya dikembalikan, karena dua orang tengah dalam kondisi hamil dan dua lagi mengidap HIV/AIDS.

Kendati demikian, Deden menegaskan, keberadaan PKL selama ramadan tidak sebanyak di bulan-bulan biasa. Di sisi lain, jumlah gepeng justru meningkat sampai seratus persen. “Untuk gepeng, tetap kita tertibkan, tetapi tidak terlalu represif,” ujarnya. (A-178/das)***

Sumber: Pikiran Rakyat




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=4536