BNN: Mottain-Timor Leste Menjadi Tempat Transaksi Narkoba
Tanggal: Monday, 08 August 2011
Topik: Narkoba


MetrotvNews.Com, 07 Agustus 2011

Kupang: Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Gories Mere mengatakan daerah perbatasan Motaain di Timor Barat Provinsi Nusa Tenggara Timur dan Timor Leste sudah menjadi tempat transaksi narkoba.

"Ada temuan bahwa beberapa kali daerah perbatasan Motaain di Timor Barat menjadi tempat transaksi narkoba jenis shabu menuju Timor Leste. Temuan itu kini sedang dianalisa oleh kedua negara," kata Gories Mere saat memberikan sambutan sebagai Pembina Profesional dan Usahawan Katolik (Pukat) dalam acara Temu Aktualisasi Spiritualitas (TAS) Pukat ke-2 di rumah jabatan Gubernur NTT di Kupang, Ahad (7/8) malam.

Hasil investigasi BNN, perdagangan ilegal narkoba yang dibawa ke Timor Leste menggunakan jalan darat, yakni melalui daerah perbatasan Motaain di wilayah Timor Barat Provinsi NTT.

"Barang yang dibawa berupa shabu yang diduga berasal dari Surabaya, dan alat canggih yang dimiliki negara Timor Leste mampu mendeteksi kendaraan yang membawa barang terlarang itu," katanya.

Gories menambahkan keberadaan kendaraan yang mengangkut shabu tersebut kini sedang diinvestigasi, dianalisa dan diteliti kedua negara, Timor Leste dan Indonesia.

Ia menjelaskan untuk mencegah agar transaksi narkoba di Motaain tidak berlanjut, BNN akan membangun posko khusus memantau transaksi narkoba kedua negara.

"Di Motaain dalam waktu dekat akan dibangun posko untuk memantau perdagangan ilegal narkoba, karena di Motaain lalu lintas manusia paling ramai," katanya.

Menurut Gories Mere, negara Timor Leste yang baru 11 tahun menjadi negara otonom, sudah difasilitasi oleh Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) sebuah alat canggih untuk mendeteksi narkoba yang diletakkan di dalam mobil.

"Timor Leste sudah memiliki teknologi forensik yang sangat modern untuk memantau orang yang membawa narkoba, sementara kita masih menggunakan pos seperti warung di pinggir jalan," ujarnya.

Menurutnya, pada 2008 dan tahun 2009, dua persen atau sekitar 3,6 juta hingga 3,8 juta penduduk Indonesia terkena HIV/AIDS.

"Saya mengajak seluruh anggota Pukat di Indonesia untuk bersama-sama mencegah perdagangan ilegal narkoba dan tidak memakai narkoba," katanya.(Ant/RIZ)

Sumber: MetrotvNews.Com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=4543