Bupati Tabanan Dinilai Melempem
Tanggal: Wednesday, 10 August 2011
Topik: Narkoba


Bali Post, 10 Agustus 2011

Genap setahun, Bupati Tabanan, Ni Putu Eka Wiryastuti, menempati jabatannya. Namun, kinerjanya dinilai lamban alias melempem. Buktinya, masih banyak rencana awal yang belum terlaksana sepenuhnya. Salah satunya, jalan rusak yang belum dirampungkan dengan maksimal. Bahkan, sejumlah pembangunan infrastruktur nyaris tak tersentuh alias dibiarkan. Persoalan pendidikan juga belum digarap dengan baik. Ini dibuktikan sistem penerimaan siswa baru ditemukan amburadul dan menyimpang dari kebijakan bupati.

Demikian disampaikan sejumlah anggota DPRD Tabanan, Selasa (9/8) kemarin. Ketua Fraksi Golkar DPRD Tabanan, Melyasari, menjelaskan selama setahun menjabat, Bupati Tabanan belum bisa menyelesaikan pembangunan infrastruktur yang banyak dikeluhkan masyarakat. Salah satunya, jalan raya. "Jalan kita masih banyak berlubang. Bupati belum bisa bergerak cepat menyelesaikan persoalan ini," kritiknya.

Bupati Tabanan dilantik 9 Agustus 2010. Namun, kata Melyasari, kinerja Bupati pertama perempuan di Bali ini belum dirasakan maksimal. Dia menilai, pertumbuhan ekonomi di Tabanan belum terlihat menggeliat akibat banyaknya jalan rusak. "Karena infrastruktur jalannya rusak, roda ekonomi belum tumbuh maksimal. Seharusnya, pembangunan jalan menjadi prioritas utama," ujar politisi asal Kota Tabanan ini.

Dalam bidang pendidikan, Bupati dinilai tidak tegas. Buktinya, meski sudah membuat surat edaran (SE) terkait penerimaan siswa baru, masih saja ditemukan penggelembungan penerimaan siswa di sekolah negeri. Yang mengecewakan lagi, muncul kasus pembajakan dari sekolah swasta ke sekolah negeri. "Kalau Bupati bisa tegas, kasus seperti itu tidak akan terjadi. Kasihan sekolah swasta yang tidak kebagian murid," kritiknya lagi.

Menurut Melyasari, seharusnya Bupati bisa tegas dengan kebijakan yang diambil, sekaligus memberikan sanksi jika ada bawahannya yang melakukan pelanggaran. Dia juga mendesak pemkab membuat program pendidikan murah dan orang tua asuh bagi anak kurang mampu. Sehingga, kasus gantung diri wali murid karena tak memiliki biaya sekolah tidak terjadi lagi. Dalam bidang kesehatan, Fraksi Golkar menilai kinerja Bupati juga belum bisa maksimal. Kasus HIV/AIDS yang terus meningkat menjadi bukti lemahnya pengawasan terhadap penyebaran penyakit itu. "Intinya, sejumlah rencana awal Bupati belum bisa terlaksana sepenuhnya," tegas Melyasari. Meski demikian, pihaknya menyadari kekurangan tersebut karena Bupati baru setahun menjabat.

Kritikan serupa datang dari Fraksi Demokrat. Partai ini mengeluhkan infrastruktur jalan yang rusak parah. "Dalam setiap paripurna kami selalu menekankan perbaikan jalan," tegas Ketua Fraksi Demokrat, Made Yasa. Dia menegaskan, jalan rusak cukup mengganggu roda perekonomian, terutama di pedesaan. Warga di pedesaan sangat terganggu dengan banyaknya jalan rusak. Demokrat berharap, tahun depan, Bupati bisa merampungkan pembangunan seluruh jalan yang dikeluhkan warga.

Pendapat berbeda dilontarkan Ketua Fraksi PDI-P, Made Dirga. Menurutnya, selama setahun menjabat, Bupati Tabanan sudah banyak menunjukkan kemajuan. "Bupati banyak mendapatkan penghargaan, salah satunya bidang koperasi dan lainnya," tegasnya. Terkait jalan rusak, Dirga memastikan Bupati sudah berancang-ancang membangun Tabanan menjadi lebih baik. Dia optimis, persoalan jalan rusak bisa diatasi tahun depan. (udi)

Sumber: Bali Post




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=4556