Kasus AIDS di Negara Muslim Meningkat
Tanggal: Friday, 12 August 2011
Topik: Narkoba


DetikHealth, 09 Agustus 2011

Jakarta, Penderita penyakit mematikan AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) di negara mayoritas muslim dilaporkan meningkat. Kondisi ini terutama karena rendahnya penggunaan kondom dan aktivitas seks antar sesama yang sering ditutup-tutupi.

AIDS adalah tahap akhir dari penyakit HIV, dimana biasanya butuh waktu 5-10 tahun dari virus human immunodeficiency (HIV) menjadi AIDS. Penyakit ini menyebabkan kerusakan parah pada sistem kekebalan tubuh. Kondisi ini secara bertahap menghancurkan sistem kekebalan tubuh, yang membuat lebih sulit bagi tubuh untuk melawan infeksi.

Studi baru, yang baru dirilis di jurnal PLoS Medicine atas penelitian yang dilakukan peneliti dari Weill Cornell Medical College Qatar ini, merangkum dari banyak studi dalam bahasa Arab, Prancis dan Inggris.

Seperti dilansir The New York Times, Selasa (9/8/2011), kasus AIDS meningkat di banyak negara Muslim. Faktornya adalah laki-laki yang berhubungan seks dengan pria secara rahasia karena takut sanksi sosial (homofobia), intoleransi agama dan takut dipenjara atau dieksekusi.

Laporan itu menyebutkan sekitar 2-3 persen dari pria di negara-negara muslim berhubungan seks dengan sesama pria. Ditambah persentase penggunaan kondom yang rendah baik di kalangan gay maupun biseksual merupakan hal yang umum.

Kebanyakan orang-orang ini merahasiakan status biseksualitasnya padahal ini berisiko menginfeksi para istri-istri mereka. Di beberapa negara, bahkan laki-laki tunasusila seringkali menikah dengan wanita demi tuntutan kehidupan sosial padahal si pria sebelumnya sudah melakukan seks bebas tanpa pengaman. Pernikahan yang kemudian melahirkan seorang bayi dan menyebabkan meningkatnya penularan HIV. Pengemudi truk, tahanan, dan anak-anak jalanan seringkali terinfeksi HIV.

Di negara Pakistan, angka infeksi HIV meningkat dengan cepat pada waria tunasusila. Tingkat terendah penggunaan kondom juga dilaporkan di negara-negara padat penduduk seperti Mesir dan Pakistan, sementara penggunaan kondom tertinggi di Sudan, Oman dan Lebanon.

Tapi karena tabu menurut agama, statistik yang akurat mengenai beberapa aspek kesehatan sulit didapatkan dari pemerintah Timur Tengah. International health authorities mengatakan bahwa tingkat penularan AIDS tertinggi di dunia yang berasal melalui penularan dari ibu ke janin adalah di negara-negara Muslim.

Untuk melawan meluasnya epidemi AIDS, beberapa negara telah menerapkan wajib tes HIV untuk lisensi pernikahan dan visa kerja.

Virus HIV AIDS dapat menyebar dengan cara:

1. Melalui kontak seksual Termasuk oral seks dan anal seks

2. Melalui darah Melalui transfusi darah atau penularan karena menggunakan jarum suntik secara bergantian

3. Dari ibu ke anak Seorang wanita hamil dapat menularkan virus ke janinnya melalui peredaran darah, atau ibu menyusui dapat menularkan ke bayinya melalui ASInya.

(ir/ir)

Sumber: http://www.detikhealth.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=4557