Anak Pengidap AIDS Ditolak Imunisasi
Tanggal: Friday, 12 August 2011
Topik: Narkoba


Berita Jatim, 11 Agustus 2011

Kediri - Seorang balita berjenis kelamin perempuan, yang baru berusia 4 bulan gagal mendapatkan imunisasi hanya karena orang tuanya mengidap penyakit HIV/AIDS.

PR, inisial dari balita malang asal Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri itu akhirnya memperoleh vasin untuk kekebalan tubuhnya secara sembunyi-sembunyi dari salah satu rumah sakit swasta.

WY (42), ayah PR mengadukan, penolakan imunisasi oleh Puskesmas Pagu kepada Lembaga Swadya Masyarakat Dukungan Bagi Masyarakat Sekitar (LSM DIMAR). Akhirnya persoalan itu dilaporkan kepada Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat.

"Kebetulan, kami adalah pendampingan dari ayahnya. Dia mengadukan persoalan penolakan anaknya ketika imunisasi di Puskesmas Pagu itu melalui pesan singkat SMS (Short Message Servis). Kemudian kami langsung melaporkan kepada Dinkes," ujar Ebiyantoro, Ketua LSM DIMAR, yang juga pendamping WY kepada beritajatim.com, Kamis (11/8/2011).

Dinkes langsung bertindak. Akhirnya, Puskesmas Pagu mempersilakan orang tua PR membawa kembali anaknya untuk imunisasi. Namun, karena mereka terlanjur malu, akhirnya PR dibawa ke salah satu rumah sakit secara sembunyi-sembunyi.

"Kami menyadari jika orang tua PR malu. Sebab, ketika mereka mengantre untuk imunisasi. Ternyata ditolak dengan suatu alasan. Padahal, saat itu banyak sekali warga. Akhirnya mereka malu, dan tidak bersedia kembali ke Puskesmas Pagu," terang Ebiyantoro.

Ebiyantoro menyesalkan sikap Puskesmas Pagu yang tidak profesional dalam melayani masyarakat. Hal itu menunjukkan bahwa terjadi diskriminasi terhadap pelayaan kesehatan.

PR lahir secara cesar dari rahim KS (27) di Rumah Sakit Umum (RSUD) Dr Soetomo, Surabaya, sekitar bulan April lalu. Salah satu dari orang tuanya sudah divonis Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA).

WY, ayah PR bekerja di salah satu perusahaan yang ada di wilayah Sidoarjo. Sedangkan ibunya, adalah ibu rumah tangga biasa. Mereka belum lama menikah dan baru dikaruniai seorang anak.

Berdasarkan informasi, KS sebelumnya adalah seorang janda. Sementara WY ada jejaka. Mereka tinggal di sebuah rumah yang ada di Kecamatan Pagu.

PR sempat menjalani perawatan selama dua bulan paska lahir. Pada masa itu, dia sempat memperoleh imunisasi. PR dalam keadaan sehat. Tetapi balita malang itu harus terdiskriminasi karena riwayat orang tuanya.

Terkait persoalan itu, belum ada tanggapan dari Dinkes setempat. Kadinkes Adi Laksono sudah berupaya dikonfirmasi melalui telepon selulernya (ponselnya), tetapi gagal. [nng/but]

Sumber: Berita Jatim




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=4563