Masyarakat Miskin yang Kena HIV 20 Kali Lebih Banyak
Tanggal: Friday, 12 August 2011
Topik: HIV/AIDS


Detik.Com, 12 Agustus 2011

New York, Penyebaran HIV/AIDS juga bisa dikaitkan dengan status sosial ekonomi. Data CDC mengungkapkan tingkat infeksi HIV di kalangan heteroseksual (perilaku seks normal) berpenghasilan rendah di 24 kota di Amerika 10 sampai 20 kali lebih besar dari populasi umum.

Berdasarkan data analisis dari National HIV Behavioral Surveillance System yang disampaikan U.S. Centers for Disease Control and Prevention (CDC), dua persen dari heteroseksual miskin di kota memiliki virus HIV.

"Lebih penting daripada menggunakan narkoba dan prostitusi, hidup dibawah tingkat kemiskinan, tidak menyelesaikan sekolah menengah, pengangguran, tunawisma, secara signifikan berhubungan dengan peningkatan prevalensi HIV," ujar Dr. Bruce Hirsch, dokter penyakit menular di North Shore University Hospital di Manhasset, New York, seperti dilansir Healthday, Jumat (12/8/2011).

Menurut Dr. Hirsch yang tidak terlibat dalam penelitian ini, menjadi miskin dan tidak berpendidikan adalah berbahaya, tragis dan mahal bagi masyarakat.

Para peneliti mengatakan hubungan antara tingkat HIV yang tinggi dan status sosial ekonomi rendah tidak dapat dikaitkan dengan faktor-faktor yang biasanya terkait dengan risiko infeksi HIV pada heteroseksual, seperti penggunaan kokain, didiagnosa dengan penyakit menular seksual atau bergonta-ganti pasangan seksual.

Namun para peneliti tidak menemukan adanya kaitan antara perbedaan ras atau etnis dengan tingkat infeksi HIV yang terjadi pada masyarakat berpenghasilan rendah.

Berdasarkan temuan ini, CDC merekomendasikan bahwa program pencegahan HIV yang ditujukan heteroseksual harus fokus pada orang-orang di daerah berpenghasilan rendah.

Hasil studi ini diterbitkan dalam Morbidity and Mortality Weekly Report edisi 12 Agustus yang diterbitkan oleh CDC. (mer/ir)

Sumber: Detik.Com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=4573