Target MDGs Penanggulangan HIV dan Kematian Ibu Sulit Dicapai
Tanggal: Monday, 15 August 2011
Topik: HIV/AIDS


Media Indonesia, 13 Agustus 2011

JAKARTA: Indonesia sulit mencapai target penurunan angka kematian ibu dan penanggulangan HIV sesuai kesepakatan Millenium Development Goals (MDGs) yang akan berakhir tiga tahun lagi.

Saat ini Kementerian Kesehatan mencatat angka rata-rata kematian ibu sebesar 307 per 100 ribu kelahiran hidup (KH). Kondisi ini masih jauh dari target MDGs yakni menjadi 102 per 100 ribu KH.

Guna menekan angka kematian ibu, pemerintah telah melakukan intervensi dengan mengeluarkan program Bantuan Operasional Kesehatan (BOK).

Menurut Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih, BOK difokuskan pada kegiatan promotif dan preventif dalam program kesehatan ibu.

Selama ini sebagian besar kematian ibu melahirkan disebabkan oleh persalinan tanpa pertolongan tenaga medis. Akibatnya jika mengalami perdarahan, dukun bayi bakal kesulitan untuk menanganinya.

Guna mengantisipasi hal itu, pemerintah, lanjut Menkes, telah mengeluarkan program Jaminan Persalinan (Jampersal) gratis bagi ibu hamil.

Terkait dengan penanggulangan HIV, pemerintah mengakui untuk pencapaian target MDGs secara tepat waktu memang masih terkendala.

Pasalnya, ada tiga indikator penanggulan masih merah, yakni, penggunaan kondom sangat rendah pada kelompok berisiko tinggi, persentase remaja usia 15-24 tahun memiliki pengetahuan komprehensif HIV/AIDS masih minim serta rendahnya komitmen kabupaten/kota mengupayakan pencegahan dan penularan HIV.

Menurut Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono kepada Media Indonesia, Sabtu (13/8), tiga indikator terbilang masih merah dan memerlukan kerja keras dalam mewujudkan.

Program kondom gratis, masih banyak mendapat resistensi di masyarakat. Selain itu, penularan HIV makin sulit dipantau karena penutupan beberapa lokalisasi.

Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN), Nafsiah Mboi mengatakan, capaian penggunaan kondom pada hubungan seks berisiko hanya mencapai nol sampai 30% pada 2010. Jumlah ini, jauh di bawah target Inpres 3 Tahun 2010 pada 2011 sekitar 35% pada perempuan dan 20% pada laki-laki, serta juga jauh dari target pencapaian MDGs pada 2014 yaitu 65%

Melihat kenyataan ini, Agung mengatakan, pemerintah tidak pernah lelah untuk mengajak peran serta masyarakat untuk terlibat dalam penanggulangan sebaran HIV/AIDS. "Salah satunya adalah dengan melibatkan pemuka agama untuk mengatasi masalah ini," imbuhnya.

Agung berharap, pendanaan program penanggulangan HIV/AIDS mulai sepenuhnya dapat didukung oleh pemerintah daerah. Saat ini, sekitar 70% pendanaan penanggulangan HIV/AIDS dibiayai bantuan luar negeri. (Tlc/X-12)

Sumber: Media Indonesia




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=4581