ODHA Juga Bisa Berpuasa!
Tanggal: Monday, 15 August 2011
Topik: Narkoba


Kompas.Com, 13 Agustus 2011

JAKARTA - Setiap bulan Ramadhan, seluruh umat Islam diwajibkan menjalankan puasa mulai dari sebelum fajar sampai matahari terbenam. Rentang waktu antara tersebut rata-rata mencapai 13-14 jam. Bagi mereka yang tidak memiliki masalah kesehatan, mungkin hal tersebut tidak terlalu berpengaruh. Namun bagaimana dengan Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) yang setiap 12 jam harus meminum obat antiretroviral (ARV)?

Antiretroviral adalah obat untuk menahan laju perkembangan HIV (virus penyebab AIDS). Aturan minum obat ARV sangat ketat, karena terkait langsung dengan tingkat perkembangan HIV di dalam darah. "ODHA boleh saja berpuasa, namun dengan catatan harus terlebih dahulu berkonsultasi dengan dokter," kata Rohana Manggala, Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi (KPAP) DKI Jakarta, Jumat, (12/8/2011).

Menurutnya, kondisi tubuh adalah faktor penentu apakah seseorang ODHA mampu berpuasa atau tidak. Selain itu, kewajiban meminum ARV juga menjadi pertimbangan utama. Jika kondisi sudah sangat rentan dan tidak memungkinkan, Rohana mengungkapkan, aturan dan syarat puasa dapat dilakukan dengan membayar fidyah atau memberi makan bagi fakir miskin.

"Keputusan untuk berpuasa atau tidak, memang ditangan ODHA. Namun mereka tetap harus mempertimbangkan dampaknya terhadap kesehatan selama berpuasa karena kurangnya pasokan obat ARV di dalam darah akan memberi peluang besar bagi virus HIV untuk berkembang biak," jelasnya.

Seorang ODHA dianjurkan untuk mengonsumsi ARV jika CD4-nya di bawah 350. CD4 adalah jenis sel darah putih atau limfosit. Sel tersebut adalah bagian yang penting dari sistem kekebalan tubuh manusia. Dari aspek medis, tidak ada batasan CD4 yang bisa dijadikan patokan apakah seorang boleh berpuasa atau tidak.

Sementara itu Dr. Paul F. Matulessy, MN. PGK. DSpG, Spesialis Gizi Klinis, Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Indonesia mengatakan, ODHA dapat menjalankan ibadah puasa selama kondisinya baik dan tidak sakit. Selain itu, dengan berpuasa ODHA dilatih untuk disiplin dan membantu ODHA patuh minum ARV.

Mengenai hal-hal yang menjadi halangan saat ODHA berpuasa, Paul mengatakan secara mutlak tidak ada. Pasalnya, puasa yang benar tidak akan menganggu kesehatan ODHA. "Kecuali kesehatan tidak memungkinkan. Ini kan sama saja dengan yang bukan ODHA tapi dalam keadaan sakit," katanya.

Menurut Paul, cara paling tepat mengonsumsi obat bagi ODHA adalah dengan mengubah waktu minum ARVdisesuaikan dengan waktu makan bulan, yaitu mulai dari waktu berbuka hingga makan sahur dan sebelum imsak. "Perlu adaptasi kira-kira satu hingga dua minggu untuk minum obat dengan cara diundur atau majukan waktu sahur atau buka puasa," imbuhnya.

Adapun adaptasi lain adalah jumlah obat disesuaikan dengan kebutuhan ODHA dan jenisnya harus sesuai dengan kualitas makanan bergizi, yang mengandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral serta air.

Sumber: Kompas.Com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=4582