Lagi, Napi Lapas Madiun Simpan Sabu-sabu
Tanggal: Tuesday, 16 August 2011
Topik: Narkoba


Tempo Interaktif, 16 Agustus 2011

Madiun - Narapidana yang menghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Madiun kembali ditemukan menyimpan sabu-sabu dan puluhan butir pil yang mengandung narkotik golongan I.

Petugas Kepolisian Resor Madiun Kota yang melakukan penyelidikan menemukan barang-barang terlarang itu di salah satu blok Lapas. Polisi juga menemukan alat penghisap berupa bong.

“Sabu-sabu yang ditemukan seberat 5,8 gram, 26 butir pil yang diduga mengandung narkotik golongan 1, dan 12 pil cap Kuda,” kata Wakapolresta Madiun Komisaris Polisi M. Hasibuan, Selasa, 16 Agustus 2011.

Barang-barang haram itu disimpan penghuni blok C bernama Yudi, terpidana kasus narkotik. Seluruh barang bukti sudah dikirim ke Laboratorium Forensik Kepolisian Daerah Jawa Timur untuk memastikan jenis dan golongannya.

Menurut Hasibuan, Yudi saat ini diamankan di Polresta Madiun. Dia akan dijerat Pasal 112 ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukumannya minimal empat tahun dan maksimal 12 tahun, serta denda minimal Rp 800 juta dan maksimal Rp 8 miliar.

Kepala Bidang Pembinaan Lapas Kelas I Madiun Maman Herwaman tak menyangkal Yudi diamankan polisi karena menyimpan barang terlarang. “Dia merupakan narapidana kasus narkoba pindahan dari Rutan Medaeng Sidoarjo sejak tiga bulan lalu,” ujarnya.

Ketika diinterogasi, kata Maman, Yudi mengaku mendapatkan pasokan barang haram itu dari seorang pembesuk. “Temuan ini masih kami dalami bersama aparat kepolisian untuk menangkap pembesuknya,” paparnya.

Sebelumnya, pada 4 Mei 2011 lalu, petugas Lapas Madiun menemukan sabu-sabu seberat 25,44 gram milik salah satu napi bernama Sahroni, 32 tahun, warga Jalan Kupang Gunung, Kelurahan Sawahan, Kecamatan Sawahan, Kota Surabaya.

Sabu-sabu itu dikemas dalam delapan paket kecil dan diduga diperjualbelikan antarnapi di Lapas. Sahroni juga napi narkoba dengan masa hukuman penjara empat tahun pindahan dari Rutan Medaeng sejak Maret 2011. Hingga saat ini, kasusnya masih ditangani Polresta Madiun.

Lapas Kelas I Madiun merupakan salah satu Lapas rujukan untuk tahanan dan narapidana kasus narkoba serta penderita HIV/AIDS. Dari sekitar 1.200 tahanan dan napi di Lapas tersebut, sekitar 70 persen adalah tahanan dan napi kasus narkoba.

ISHOMUDDIN

Sumber: Tempo Interaktif




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=4589