Pemenuhan Hak Reproduksi, Tantangan untuk Asia Pasifik
Tanggal: Friday, 19 August 2011
Topik: Narkoba


Media Indonesia, 16 Agustus 2011

YOGYAKARTA: Negara di kawasan Asia Pasifik sedang menghadapi tantangan untuk mewujudkan tujuan pembangunan milenium pada 2015, terutama pemenuhan hak reproduksi dan seksual masyarakat, kata peneliti dari Universitas Gadjah Mada Yogyakarta Muhadjir Darwin.

"Tantangan tersebut antara lain mencakup pemberian dukungan terhadap hak seksual dan reproduksi remaja, mengatasi penyebaran HIV/AIDS, dan banyak isu sensitif lain yang terkait dengan kesehatan reproduksi," katanya di Yogyakarta, Senin (15/8).

Ia mengatakan Asia Pasifik adalah kawasan yang cepat merespons peluang ekonomi global. Abad ini menjadi abad Asia Pasifik dan ke depan akan muncul macan-macan Asia yang disegani dalam percaturan ekonomi internasional. 

Namun, menurut dia, dalam merespons isu kesehatan reproduksi dan seksualitas, kawasan Asia Pasifik belum mengalami kemajuan yang berarti. Dalam beberapa hal justru mengalami kemunduran. 

Di Indonesia, misalnya, keluarga berencana yang pernah maju di era Orde Baru sekarang justru memudar. Indonesia belum terbebas dari masalah kekerasan dan penjualan terhadap perempuan serta angka kematian maternal masih tinggi. 

"Masalah itu tidak akan teratasi dengan baik jika hak seksual dan kesehatan reproduksi masyarakat diabaikan," kata Direktur Pusat Studi Kependudukan dan Kebijakan (PSKK) Universitas Gadjah Mada (UGM) ini. 

Berkaitan dengan hal itu, menurut dia, PSKK UGM akan menyelenggarakan The 6th Asia Pacific Conference on Reproductive and Sexual Health and Rights (APCRSHR) di Grha Sabha Pramana UGM Yogyakarta, 20-22 Oktober 2011. 

Ia mengatakan konferensi bertema "Menyuarakan Hak Seksual dan Reproduksi di Kalangan Masyarakat Asia Pasifik" itu akan dihadiri sekitar 1.000 peserta dari unsur pemerintah, lembaga swadaya masyarakat (LSM) nasional dan internasional, praktisi kesehatan, pakar, lembaga donor, dan perwakilan kaum muda. 

"Konferensi ini bertujuan untuk mempertegas komitmen bersama dan mendorong aksi nyata dari pemerintah untuk menghormati, melindungi, dan memenuhi hak kesehatan reproduksi dan seksual masyarakat di kawasan Asia Pasifik," katanya. (Ant/OL-2)

SumberMedia Indonesia



[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=4593