Marak 'Obat' HIV Kedaluwarsa, Penderita HIV/Aids Protes
Tanggal: Friday, 19 August 2011
Topik: HIV/AIDS


Detik.Com, 18 Agustus 2011

Jakarta - Puluhan penderita HIV/Aids berunjukrasa di Bundaran Hotel Indonesia. Mereka meminta pemerintah menindaktegas importir nakal yang membuat 'obat' HIV/Aids datang terlambat bahkan kedaluwarsa.

Puluhan penderita itu mengusung spanduk besar dan berbagai poster yang menunjukan rasa geram terhadap praktik buruk tersebut.

"Tarik ARV kedaluwarsa. Beri sanksi ke Importir Nakal," ucap para pendemo dalam salah satu spanduknya.

ARV merupakan kependekan dari Antiretrorival yang biasa dikonsumsi penderita HIV/Aids untuk memperkuat antibodi. ARV bukan sepenuhnya obat, melainkan stimulus yang mensupport kekebalan tubuh agar tidak cepat keropos oleh virus HIV. 

Menurut catatan pendemo yang tergabung dalam #ODHABERHAKSEHAT tersebut, 58 persen 'obat' ARV diimpor dari India. Sisanya yang 42 persen diproduksi dalam negeri dengan anggaran APBN. 

"Masalah mulai muncul dari soal distribusi, kedaluwarsa, kelangkaan, efek samping dan minimnya jumlah di pasaran. Karenanya, kami meminta Kemenkes memperkuat monitoring peredaran ARV agar ARV kedaluwarsa tidak beredar," tandas salah satu juru bicara pendemo, Aditya Wardhana. (Ari/lia)

SumberDetik.Com



[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=4597