Laki-laki Dominasi HIV/AIDS
Tanggal: Friday, 19 August 2011
Topik: HIV/AIDS


Harian Berita Sore, 18 Agustus 2011

MEDAN: Kaum pria mendominasi penyakit HIV/AIDS di Sumatera Utara, dan pada umumnya faktor Heteroseksual dan Narkoba Suntik masih tetap menjadi biang penyebaran penyakit kutukan tersebut.

“Kasusnya didominasi oleh laki-laki dan faktor resikonya masih tetap Heteroseksual dan Narkoba Suntik,” ujar Kordinator Klinik VCT RSUP H Adam Malik Rahmad Nur Kurniawan, yang dihubungi melalui telepon, Rabu (17/08). Menurut Rahmad, banyak faktor yang menyebabkan orang pada akhirnya mengidap HIV seperti perilaku yang berawal dari pola asuh dan lingkungan.

Contohnya, seperti remaja yang mencari jati dirinya, kalau lebih banyak dipengaruhi lingkungan dapat terjerumus kedalam pergaulan bebas dan memakai narkoba. “Dari sini menyebabkan remaja terkena penyakit HIV,” jelas Rahmad.

Untuk itu, ia menekankan sangat diperlukan support dari pendidikan dan peran orang tua itu sendiri. Rahmad juga merasa setuju dengan adanya pendidikan tentang kesehatan reproduksi di sekolah. Namun, perlu juga ditingkatkan pendidikan mengenai perilaku dan moralitas yang sekarang masih kurang di sekolah. 

Sementara, Koordinator Klinik VCT Rutan Tj Gusta, dr Sakti Siregar mengatakan hingga Juli 2011, terdapat 4 orang yang pengidap HIV dan terdapat 40 orang yang memenuhi syarat mengkonsumsi ARV. 

“Rata-rata usia produktif dengan faktor resiko narkoba suntik (IDUS) 37 orang dan Heteroseksual 3 orang,” ujar Sakti seraya menambahkan 40 orang itu sebanyak 5 orang yang meninggal. 

Sementara, Sekretaris Pelaksana KPA Kota Medan Ahmad Raja yang disinggung mengenai Perda HIV, mengatakan sudah dilakukan rapat dan dibahas serta sudah dibentuk pansus untuk Perda HIV. “Kita akan melaksanakan sosialisasi kepada pelayan kesehatan,” ujarnya. 

Dengan adanya payung hukum atau Perda HIV itu nantinya, jelas Raja, maka akan adanya dana dari Pemko Medan berupa hibah. “Juga dengan adanya Perda HIV itu, dengan kemauan politik yang sudah ada, jadi usulan KPA lebih direspon Pemko,” kata Raja. 

Mengenai kondisi HIV sekarang ini, Raja menilai diibaratkan seperti fenomena gunung es. Tampak sedikit tapi sudah besar kasusnya. Makanya dalam renstra KPA 2011 – 2015 sedang diproses yang berisikan pencegahan dan pengendalian serta sosialisasi tentang HIV. (don)

SumberHarian Berita Sore



[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=4599