Pemkot Bandung Siap Dukung Inovasi Pusat Rehabilitasi Narkoba
Tanggal: Friday, 19 August 2011
Topik: Narkoba


Pikiran Rakyat, 18 Agustus 2011

BANDUNG - Pemerintah Kota Bandung siap mendukung pusat-pusat rehabilitasi yang memiliki inovasi dalam penanganan pengguna narkoba. Pasalnya, keberadaan lembaga seperti itu saat ini sangat dibutuhkan oleh pemerintah yang memang tengah menghadapi kesulitan dalam menangani pengguna narkoba.

Walikota Bandung Dada Rosada mengakui, saat ini lembaga pemerintah sendiri tengah menghadapi berbagai kendala dalam menangani pecandu narkoba dan pengidap HIV/Aids. "Persuasif ternyata sulit, represif juga tidak mudah," ujarnya seusai menerima tim Homeless WordCup Rumah Cemara di Pendopo Kota Bandung, Rabu (17/8).

Dada mengatakan, saat ini para pengguna narkoba dan pengidap HIV/Aids sudah tidak lagi sembunyi-sembunyi. Mereka secara terang-terangan telah menyatakan tidak takut kepada siapapun dan akan tetap mengonsumsi narkoba selama mereka menginginkannya.

Bahkan, tambah Dada, tidak sedikit pengguna narkoba yang menyatakan tidak jera masuk penjara atau masuk pesantren. "Mereka dengan tegas menyatakan juga siap membunuh jika diperlukan untuk mendapatkan narkoba," ucapnya. c Kondisi tersebut, jelas menyulitkan lembaga pemerintah dalam menanggulangi penyebaran HIV/Aids dan mengurangi korban kecanduan narkoba. Pasalnya, akan serba salah manakala tindakan persuasif dari petugas sudah tidak mempan.

Dalam keadaan seperti itu, kata Dada, inovasi dari pusat rehabilitasi narkoba yang dikelola swasta jelas sangat berarti. "Jika mereka memiliki metode bagus, jelas harus kita dukung," ujarnya.

Dada menegaskan, pemkot Bandung saat ini siap mendukung Rumah Cemara dengan metode pendekatan lewat mantan pengguna narkoba. Namun, Dada belum bisa memastikan bentuk dan besaran dukungan seperti apa yang akan diberikan.

Sejauh ini, Pemkot Bandung masih akan menunggu kepulangan tim Homeless Worldcup Rumah cemara dari Perancis. Setibanya mereka kembali di tanah air, pemkot Bandung berharap para pengurus bisa membuat proposal kegiatan atau program yang akan dilaksanakan dalam penanganan pengguna narkoba.

"Nanti baru ditentukan apakan bantuannya akan diberikan berupa uang atau bentuk lain. Yang jelas kami memiliki anggaran total Rp 1 miliar untuk penanganan HIV/Aids selama 2011 ini," tutur Dada.

Sementara itu gelandang tim Homeless Worldcup Rumah cemara, Bogim (32) mengatakan, persiapan timnya sudah seratus persen tinggal. "Tinggal berangkat saja Kamis (18/8)," ucapnya.

Bogim menambahkan, tim yang beranggotakan sembilan orang itu akan berada di Perancis untuk mengikuti gelaran Homeless Worldcup selama sepuluh hari. Tidak ada target khusus dalam even tersebut, tetapi tim Rumah cemara berkomitmen untuk membuat sejarah.

Terkait penanganan pengguna narkoba di Rumah Cemara, Bogim mengatakan, banyak program yang telah dilakukan mulai dari penjangkauan, pendampingan sampai rehabilitasi. "Di tempat kami, petugas yang ada sembilan puluh persennya merupakan mantan pengguna narkoba," kata Bogim yang juga berperan sebagai petugas pendamping rehabilitasi narkoba di Rumah Cemara.

Keberadaan para mantan pengguna tersebut, tambah Bogim, dirasakan cukup efektif untuk menjangkau sisi lain para pengguna narkoba yang masih aktif, yang tidak bisa disentuh petugas lain selama ini. Mereka terbukti lebih didengar oleh para pengguna yang masih aktif saat berbagi pengalaman dan mengemukakan kerugian yang mereka alami selama menjadi pengguna. (A-178/das)***

Sumber: Pikiran Rakyat




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=4604