Biawak Dirias Jadi Tokek, Dijual 50 Miliar
Tanggal: Tuesday, 23 August 2011
Topik: Narkoba


Suara Surabaya, 22 Agustus 2011

Siapa yang tidak tergiur mendapatkan uang dalam jumlah yang besar dengan jalan pintas. Itulah yang mungkin dipikirkan oleh Yunus (55), warga Perumnas Jatiroto di Desa/Kecamatan Jatiroto. Pria paroh baya yang satu ini nekat melakoni bisnis jual-beli tokek dengan nilai puluhan miliar sekaligus. Namun, cara yang dipilih adalah aksi tipu-tipu. Ia merias seekor biawak hingga serupa dengan togek dengan postur jumbo alias besar.

Buntutnya, tokek palsu itu ditawarkan senilai Rp. 50 miliar dan langsung menarik minat pembeli. Sayangnya, pembeli bernama Nur Suyono warga Kelurahan Subertaman, Kecamatan Wonoasih, Kabupaten Probolinggo mengetahui aksi penipuan ini.

Padahal, Nur Suyono telah memberikan uang muka sebesar Rp 10 juta dari harga penjualan tokek senilai Rp 50 miliar yang ditawarkan Yunus tersebut. Karena mereka tertipu, Nur Suyono akhirnya melapor ke Polres Lumajang.

Senin (22/8/2011) siang, aksi penipuan bisnis jual-beli tokek ini pun ditangani aparat Polres Lumajang. Dari laporan yang disampaikan Nur Suyono selaku korbannya, disebutkan jika dirinya mendapatkan penawaran untuk membeli tokek berukuran besar yang dimiliki Yunus.

Pembelian tokek itu, diakuinya merupakan pesanan daripihak ketiga yang memang mencari binatang yang belakangan ramai dibicarakan berharga cukup mahal dengan ukuran besar untuk digunakan dalam penelitian obat HIV/AIDS tersebut.

Dengan kegetolan Nur Suyono yang tinggal di Perumahan TNI di Kelurahan Sumbertaman, Kecamatan Wonoasih, Kabupaten Probolinggo itulah yang akhirnya mempertemukannya dengan Yunus.

Apalagi, Yunus mengaku memiliki binatang tokek dengan ukuran luar biasa besar. Dengan informasi itu, Nur Suyono kemudian menemui Yunus dan melihat sendiri tokek yang ditawarkannya. Memang saat dilihat, ukuran binatang itu luar biasa besar jauh dengan ukuran binatang aslinya.

Hanya saja, tokek yang ditawarkan merupakan binatang abal-abal alias palsu. Pasalnya, tokek itu tak lain adalah Biawak yang kemudian dirias hingga menyerupai tokek sesungguhnya.

”Caranya, biawak itu dicat dengan pewarna khusus hingga menyerupai tokek oleh Yunus. Akibatnya, Nur Suyono tertipu dengan ulah Yunus dan tertarik membeli binatang itu senilai Rp 50 miliar. Hal itu sesuai transaksi penjualannya,” beber AKP Suherkamto Kasubag Humas Polres Lumajang kepada DIDI reporter Sentral FM Lumajang.

Nilai transaksi yang diluar nalar itu, semakin menggiurkan Yunus hingga ia langsung menerima penawaran tersebut. Bahkan, sebagai tanda jadi, Nur Suyono selaku pembeli menyerahkan uang muka sebesar Rp. 10 Juta. Transaksi itu dilakukan di sebuah tempat di Desa Banyuputih Lor, Kecamatan Randuagung.

”Selanjutnya, Nur Suyono mencari pihak ketika sebagai pembeli,” sambung Kasubag Humas Polres Lumajang. Setelah pembeli didapatkan, Nur Suyono pun membawa peminat tersebut untuk memeriksa tokek milik Yunus. Ternyata, tokek itu palsu karena dirias oleh Yunus dengan cat khusus seperti toket asli saja,” lanjut AKP Suherkamto.

Dengan kenyataan itu, pebeli tokek ini mengurunkan niatnya untuk membayar uang puluhan milyar hasil transaksi dengan Yunus. Sementara, Nur Suyono yang merasa dirugikan karena telah membayarkan uang muka Rp. 10 juta, melaporkan kejadiannya ke Polres Lumajang. ”Kini, perkara ini masih ditangani parat Satuan Reskrim,” pungkas AKP Suherkamto. (her/ipg)

Sumber: Suara Surabaya




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=4624