http://www.pikiran-rakyat.com
">


Di Indonesia, 70 Persen Epidemi HIV-AIDS Belum Terdata
Tanggal: Thursday, 25 August 2011
Topik: HIV/AIDS


Pikiran Rakyat, 24 Agustus 2011

CIMAHI - Penularan HIV-AIDS melalui transmisi seksual masih menjadi persoalan serius dalam upaya penanganan salah satu penyakit paling mematikan di dunia ini. Pasalnya, di Indonesia, baru 30 persen epidemi HIV-AIDS yang ditemukan. Sisanya, sekitar 70 persen, belum terdata sehingga rentang menularkan penyakit tersebut tanpa dapat terawasi.

“Masih ada 70 persen kasus HIV-AIDS yang belum ditemukan, sama sekali tidak terdata sehingga nyaris tidak bisa diawasi. Ini persoalan besar yang harus segera dituntaskan bersama-sama karena kalau kondisi tidak berubah, epidemi HIV-AIDS akan terus membesar,” papar Inang Winarso, Asisten Deputi Bidang Pembinaan Wilayah Jawa-Bali Komisi Penanggulangan AIDS (KPA), dalam Sosialisasi Program Pencegahan HIV melalui Transmisi Seksual (PMTS), Rabu (24/8), di Aula Gedung B, Kompleks Pemkot Cimahi.

Menurut Inang, terjadi pergeseran pola penularan dari sejak pertama kali munculnya epidemi HIV-AIDS di Indonesia pada 1987 hingga sekarang. Pada 1987-1997, penularan terbanyak disumbang oleh hubungan sesama jenis laki-laki. Satu dekade berikutnya mayoritas penularan terjadi lewat jarum suntik. Sejak 2007 hingga sekarang penyebab penularan bergesar pada hubungan heterogen dan penurunan penyakit dari ibu ke bayi.

Wina (23), salah satu penderita AIDS asal Cimahi yang memberikan kesaksian dalam sosialisasi, mengungkapkan, penyakit ia dapat dari perilaku seks bebas yang ia jalani selama menjadi anak jalanan. “Saya sangat sedih sekaligus takut ketika pertama kali tahu menderita penyakit ini pada 2008 lalu. Sampai sekarang saya masih hidup di jalan tapi tak pernah sekalipun berpikiran untuk menularkannya. Cukup saya saja yang mengalami sakitnya,” paparnya.

Data KPA pada 2009 menyebutkan estimasi jumlah ODHA mencapai 186.257 orang. Namun, jumlah kasus yang ditemukan baru mencapai sekitar 73.078 orang atau sekitar 35 persen. “Sekitar 70 persen epidemi HIV-AIDS berada di Jawa-Bali. Karena itu, jika kita bisa menuntaskan penanganan di dua pulau ini, akan terjadi perbaikan yang signifikan,” tutur Inang.

Ketua Harian KPA Kota Cimahi Eddy Racmat mengungkapkan, temuan kasus HIV-AIDS secara kumulatif di Kota Cimahi per Juli 2011 mencapai 142 orang, terdiri dari 74 penderita HIV dan 68 pengidap AIDS. Jumlah ini terus bertambah secara signifikan jika dibandingkan temuan pada 2005 yang baru mencapai lima kasus. “Mayoritas penderita berada dalam usia muda. Sekitar 60 penderita HIV-AIDS saat ini berusia antara 21 hingga 3o tahun,” ujarnya.

Untuk menunjang kinerja penanganan kasus HIV-AIDS, dukungan dana bagi KPA Kota Cimahi terus ditambah dari tahun ke tahun. Tahun ini, alokasi dana mencapai Rp 207,1 juta, jauh lebih banyak dari tahun sebelumnya Rp 127,3 tahun. Selain itu, koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan terus dilakukan. (A-165/das)***

Sumber: http://www.pikiran-rakyat.com






[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=4636