Medan Terbanyak Penderita HIV/AIDS di Sumut
Tanggal: Thursday, 25 August 2011
Topik: HIV/AIDS


TRIBUN-MEDAN.com, 24 Agustus 2011

MEDAN - Kota Medan diperkirakan merupakan pemegang urutan pertama terbanyak penederita HIV/AIDS. Berdasarkan data yang ada, laju penyebaran HIV/AIDS di Indionesia bergerak sangat cepat, dari Januari 2006 sampai dengan bulan Mei 2011 ditemukan sebanyak 2.560 orang penderita HIV/AIDS di Kota Medan, dan diantaranya ada 40 orang bayi yang terinfeksi.

Hal ini di katakan Wali Kota Medan, diwakili Asisten Kesejahreraan Kemasyarakatan, Musaddad MSi, pada acara pembukaan Workshop Ranperda Kota Medan tentang penanggulangan HIV/AIDS, Rabu (24/8) di Hotel Grand Antares Jalan Singamangaraja Medan.

Potensi cepatnya penyebaran virus HIV/AIDS di Kota Medan sebutnya, karena kondisi Kota Medan penuh aktifitas serta mobilatas tinggi dan memiliki kondisi geopolitis antara lain, Kota Medan merupakan daerah tujuan wisata baik domestic maupun internasional, merupakan kota terbuka dengan adanya pelabuhan laut dan udara sebagai tempat transit, dan terjadinya pergeseran dari nilai-nilai tradisional, tertutup, relegius menjadi lebih modern, terbuka dan sekuler di masyarakat.

Menurutnya, dengan kondidisi tersebut menjadikan Kota Medan cendrung berpotensi sebagai kawasan yang dapat mempercepat penyebaran virus HIV/AIDS, hal ini tentunya memerlukan perhatian yang serius dan sungguh-sungguh dari segenap elemen masyarakat baik pemerintah, swasta.

"LSM, terlebih lagi anggota Dewan sebagai lembaga yang dapat menagggulangi permasalahan tersebut dengan tiga fungsi utamanya yakni Legilasi, Pengawasan dan Pendanaan.Dengan kondisi tersebut menjadikan Kota Medan berpotensi sebagai kawasan yang dapat mempercepat peneyebaran virus HIV/AIDS, untuk itu perlu perhatian yang serius dari segenap elemen masayuarakat, baik itu pemerintah, swasta, LSM, juga para anggota dewan untuk menaggulanghi permasalahannya dengan tiga fungsi yakni Legilasi, Pengawasan dan Pendanaan, “ paparnya.

Lebih lanjut disampaikannya, seiring meluasnya penyebaran dan meningkatnya angka penderita HIV/AIDS menimbulkan permasalahan, yakni keberdaan penderita tidak sepenuhnya diterima di masyarakat,tempat hiburan ataupun tempat-tempat yang diduga berpotensi terjadinmya resiko tertularnya virus HIV/AIDS, sangat sedikit yang mau memperhatikan atau memberikan peringatan akan hal tersebut terhadap konsumennya.

“Berbagai upaya telah dilakukan Pemko Medan dalam rangka penanggulangannya mulai sosialisasi, koordinasi dan memunculkan ranperda suatu kebijakan dalam bentuk regulasi yang menekankan tanggung jawab setiap elemen masyarakat dalam penanggulangannya, dengan harapan ranperda ini nantinya dapat ditetapkan menjadi peraturan derah di Kota medan," ungkapnya.

Sementara Kepala Bagian Kesejahteraan Pemko Medan, Ahmad Raja Nasution, dalam laporannya mengatakan, workshop ini berlangsung selama tiga hari dari 24 sampai 26 Agustus 2011, di Grand Antares, dengan tujuan memberikan masukan kepada pansus rancangan peraturan daerah Kota Medan tentang penanggulangan HIV/AIDS, mengungat pentingnya ranperda ini dalam upaya penanggulangannya. (ari/tribun-medan.com)

Sumber: http://medan.tribunnews.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=4637