Kondom, Enaknya Kapan Dipakai?
Tanggal: Thursday, 25 August 2011
Topik: Narkoba


RNW Indonesia, 24 Agustus 2011

Generasi muda Belanda tahu betapa pentingnya menggunakan kondom. Kondom membantu mencegah penyakit menular seksual, HIV/AIDS dan kehamilan. Tapi dalam praktek, alat kontrasepsi ini seringkali tidak dipakai.

Salah satu alasan tidak memakai kondom adalah sulit menyampaikan pada pasangan keinginan menggunakan kondom.

Laki-laki dan perempuan punya alasan berbeda untuk tidak membahas pemakaian kondom. Demikian Erwin Fisser dari Soa Aids Nederland (SOA dari Seksueel Overdraagbare Aandoeningen, penyakit menular seksual). Soa Aids Nederland adalah pusat informasi HIV/AIDS dan penyakit menular seksual lainnya.

Laki-laki Belanda pada umumnya selalu membawa kondom. “Tapi," tambah Erwin, laki-laki juga manusia biasa." Ketika berhubungan intim, gairah seks meningkat, pikiran rasional menurun. Mereka misalnya berpikir, tanpa kondom lebih terasa nikmat.

Takut disebut pelacur

Perempuan beranggapan lebih positif tentang penggunaan kondom. Perempuan pada umumnya, walaupun saat gairah seks meningkat, tetap lebih suka menggunakan kondom. Tapi, masalahnya, mereka seringkali tidak membawa kondom, sehingga sulit membahas hal itu dengan pasangan.

Perempuan merasa laki-lakilah yang harus membawa kondom.

Kondom dipakai laki-laki, seyogyanya dialah yang bertanggung jawab membawanya. Selain itu perempuan juga takut teman-teman yang menilai perempuan yang bawa kondom sama dengan pelacur.

Karena itu, remaja perempuan merasa tidak nyaman membawa kondom, sehingga sulit membahas penggunaan alat kontrasepsi tersebut.

Seks aman

Walaupun pemuda-pemudi Belanda berusia 16 hingga 25 tahun menganggap penting seks aman, dua puluh lima persen tidak melakukan seks aman.

"Jadi karena tidak berani membahas masalah ini bersama pasangan, seorang pemuda melakukan seks tidak aman. Ini sesuatu yang seharusnya tidak terjadi. Apalagi di Belanda, topik ini seharusnya harus bisa dengan mudah dibahas," kata Erwin Fisser.

Tahun-tahun belakangan terlihat penurunan penggunaan kondom di Belanda. Padahal niat memakai alat kontrasepsi tinggi.

Untuk mendorong pemuda Belanda memberanikan diri membahas penggunaan kondom pada saat yang tepat, yaitu sebelum memutuskan berhubungan seks, Soa Aids Nederland melakukan kampanye berjudul 'Maak Seks Lekker Veilig' atau Mari Nikmati Seks Secara Aman.

Mulai 17 Agustus 2011, Soa Aids Nederland menyiarkan iklan televisi bertemakan 'Begin over condooms voordat je broek uit is', atau 'Bicarakankanlah penggunaan kondom sebelum menanggalkan celana'.

Saat ideal

Menurut Erwin, saat tepat menggunakan kondom urusan pribadi, tapi bicarakanlah sebelum berahi meningkat.

Bagaimana dengan kampanye di berbagai negara agamis, yang menyebutkan: kalau ingin aman, jangan lakukan seks bebas.

"Ada bukti ilmiah bahwa cara itu tidak berhasil," tukas Erwin Fisser. Dalam salah satu kongres AIDS di Toronto, terungkap bahwa strategi itu tidak berdampak apa-apa dalam pencegahan penyakit menular seksual dan AIDS.

Sumber: http://www.rnw.nl




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=4639