penderita HIV/AIDS di Kota Cimahi ini adalah tingginya mobilitas warga yang terkena HIV/AIDS. Bahkan banyak ibu hamil yang tertular oleh suaminya yang lebih dulu menderita penyakit yang belum ada obatnya ini. Supaya tidak terus bertambah, mata rantai masalah ini harus segera diselesaikan dengan melibatkan stake holder terkait," katanya usai membuka Rapat Koordinasi Program Pencegahan HIV/AIDS Melalui Transmisi Seksual (PMTS) yang diselenggarakan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Cimahi, di Aula A Gedung Pemkot Cimahi, Rabu (24/8).

Agar penderita AIDS di Cimahi tidak terus bertambah, Itoc juga meminta sejumlah lembaga pendidikan dan instansi perdagangan ikut berpartisipasi dalam penanggulangan serta melakukan pengawasan terhadap pengguna kondom yang ada di Kota Cimahi.

"Pengawasan ini dilakukan agar jangan sampai para pelajar menonton film porno dari internet, yang pada akhirnya menjerumuskan mereka dalam pergaulan bebas. Saya tidak akan memberikan izin tempat hiburan di Cimahi. Sebab tidak menuntup kemungkinan penularan itu akibat interaksi di tempat tersebut," urainya.

Berdasarkan data yang diperoleh, dari total 142 penderita HIV/AIDS di Cimahi, 86 di antaranya berjenis kelamin laki-laki, 40 perempuan, dan 10 waria. Mereka rata-rata masih berusia produktif antara 21 - 30 tahun dan 58% pengguna jarum suntik. ">


Setiap Bulan, Satu Warga Cimahi Tertular AIDS
Tanggal: Thursday, 25 August 2011
Topik: Narkoba


Galamedia, 25 Agustus 2011

Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Cimahi mencatat, setiap bulan satu orang warga Kota Cimahi dinyatakan positif HIV/AIDS. Sehingga jumlah total penderita HIV/AIDS di Kota Cimahi mencapai 142 orang.

Wali Kota Cimahi, Itoc Tochija mengatakan, untuk mengatasi masalah pertumbuhan penderita HIV/AIDS di Kota Cimahi diperlukan aksi nyata stake holder penanggulangan HIV/AIDS. Dalam praktiknya nanti, Itoc berharap, lembaga yang sebelumnya tidak terlibat, seperti TNI dan Polri, turut diikutsertakan.

"Salah satu penyebab terus bertambahnya

penderita HIV/AIDS di Kota Cimahi ini adalah tingginya mobilitas warga yang terkena HIV/AIDS. Bahkan banyak ibu hamil yang tertular oleh suaminya yang lebih dulu menderita penyakit yang belum ada obatnya ini. Supaya tidak terus bertambah, mata rantai masalah ini harus segera diselesaikan dengan melibatkan stake holder terkait," katanya usai membuka Rapat Koordinasi Program Pencegahan HIV/AIDS Melalui Transmisi Seksual (PMTS) yang diselenggarakan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Cimahi, di Aula A Gedung Pemkot Cimahi, Rabu (24/8).

Agar penderita AIDS di Cimahi tidak terus bertambah, Itoc juga meminta sejumlah lembaga pendidikan dan instansi perdagangan ikut berpartisipasi dalam penanggulangan serta melakukan pengawasan terhadap pengguna kondom yang ada di Kota Cimahi.

"Pengawasan ini dilakukan agar jangan sampai para pelajar menonton film porno dari internet, yang pada akhirnya menjerumuskan mereka dalam pergaulan bebas. Saya tidak akan memberikan izin tempat hiburan di Cimahi. Sebab tidak menuntup kemungkinan penularan itu akibat interaksi di tempat tersebut," urainya.

Berdasarkan data yang diperoleh, dari total 142 penderita HIV/AIDS di Cimahi, 86 di antaranya berjenis kelamin laki-laki, 40 perempuan, dan 10 waria. Mereka rata-rata masih berusia produktif antara 21 - 30 tahun dan 58% pengguna jarum suntik.

Tantangan berat Sementara itu, Asisten Deputi Bidang Pembinaan Wilayah Jawa-Bali, KPA Nasional, Inang Winarso mengatakan, pihaknya masih dihadapkan pada belum efektifnya program penanggulangan HIV/AIDS di Indonesia. Hal ini menjadi tantangan yang harus dihadapi KPA.

"Peningkatan pembangunan ekonomi akan berdampak pada peningkatan risiko kesehatan masyarakat. Untuk itu diperlukan kesinambungan program lewat dukungan APBN dan APBD serta keterlibatan masyarakat dalam mendukung program penanggulangan AIDS ini. Dengan begitu tujuan berkurangnya penderita HIV/AIDS bisa tercapai," ungkapnya. (B.113)**

Sumber: http://www.klik-galamedia.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=4643